VIVAnews - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat mengaku setuju jika defisit negara dalam APBN 2010 ditingkatkan menjadi dua persen.
"Saya setuju kalau defisit ditambah hingga 2 persen," kata Hidayat usai Pidato Kenegaraan Presiden RI di Gedung MPR/DPR Senayan Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2009.
Namun, dia menambahkan, pembengkakan defisit tersebut dilakukan untuk mengakomodir stimulus bagi sektor infrastruktur. "Kalau dialokasikan untuk stimulus infrastruktur, aset negara akan bertambah," ujarnya.
Dengan penambahan aset negara dalam proyek infrastruktur, menurutnya, lebih mendorong investasi lebih banyak masuk ke Indonesia. "Akan terlihat dari neraca pemerintah, aset negara akan bertambah," ujarnya.
Termasuk, Hidayat menambahkan, dengan rencana pembangunan jembatan Selat Sunda yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatra. "Ide pembangunan jembatan senilai Rp 100 triliun itu muncul dari keinginan pemerintah memikirkan investasi di sektor riil," katanya.
Namun, menurutnya, jembatan tersebut diperkirakan baru akan mulai dikerjakan pada pertengahan masa kepemimpinan presiden baru periode 2009-2014.
antique.putra@vivanews.com