VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sangat berbesar hati mantan bawahannya, Darmin Nasution bisa menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Sampai-sampai ia mengaku sering lupa ketika berbicara dengan Darmin apakah posisinya masih sebagai Dirjen atau sudah di Bank Indonesia.
"Saya sering lupa saat sedang ngobrol sama beliau (Darmin Nasution),"
kata Sri Mulyani dalam acara Annual Report Award 2008, Rabu malam, 12 Agustus 2009. Kedekatan ini, kata dia, semakin mempermudah pemerintah guna mewujudkan tata kelola yang baik.
Sri Mulyani membuka rahasia mengapa pemerintah mencalonkan Darmin sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Namun, dia tidak menyebut-nyebut soal Darmin yang akan dicalonkan lagi sebagai Gubernur BI.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah dan Bank Indonesia, antara satu sama lain harus saling merapat. Dia menekankan jangan sampai karena ada percekcokan, justru itu menjadi peluang pihak lain.
"Akan sangat tidak logis jika nanti ada perusahaan yang punya laporannya berbeda antara yang ke pemerintah, Bank Indonesia dan juga kliennya," kata dia.
Karena itu, Bank Indonesia dan pemerintah harus merapat. Demikian halnya tujuan Darmin ditempatkan di Bank Indonesia, maksudnya adalah agar mantan Dirjen Lembaga Keuangan ini bisa melakukan pembenahan.
"Pak Darmin di BI diperlukan agar bisa menanamkan bagaimana membuat laporan keuangan yang kredibel baik bank maupun non bank," katanya.
Darmin Nasution pada 27 Juli lalu dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior. Ia terpilih karena prestasinya sebagai Dirjen Pajak cukup fenomenal terutama dengan berbagai terobosan-trobosan yang diciptakan.
Sekarang, namanya digadang-gadang sebagai kandidat kuat Gubernur BI menggantikan Boediono yang melaju sebagai wakil presiden berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono.