VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui menjadi menteri pada pemerintahan mendatang akan sangat sulit sekali. Tanggung jawabnya sangat besar. Sebab salah satu tugas yang harus dilakukan adalah menyusun laporan keuangan yang harus mengadopsi banyak hal.
"Ini benar jadi menteri ke depan sulitnya minta ampun, tapi meski begitu banyak sekali yang berminat," kata dia dalam pembukaan Rakernas Akuntansi Tahun 2009 di Gran Melia, Selasa 11 AGutus 2009.
Jadi Menteri Keuangan, kata Sri Mulyani, tanggung jawabnya juga cukup besar. Antara lain bagaimana penerapan anggaran berbasis kinerja dan model pelaporan yang saling terkait (ada link).
Pengintegrasian pelaporan keuangan dan kinerja menjadi konsekuensi logis agar laporan semakin baik. Konsekuensi ini sebagai hasil dari penerapan anggaran berbasis kinerja dan memfasilitasi penyederhanaan sistem pelaporan yang selama ini maish terpisah.
Sementara penyusunan anggaran berbasis kinerja dimintakan karena pemerintah dituntut menyelenggarakan pemerintahan negara yang lebih profesional. "Pemerintah perlu memperhatikan keterkaitan antara anggaran dengan keluaran dan hasil yang diharapkan," katanya.
Tak hanya itu ke depan sistem pemerintahan yang baru juga disebut akan mulai melaksanakan penerapan reward dan punishment system. "Ini sudah dinyatakan dalam undang-undang nomor 23 tahun 2009," katanya.
Dalam rangka menjaga semangat itu, tentu saja menteri-menteri baru dituntut agar memiliki komitmen yang kuat terhadap pelaksanaan
akuntansi dan pelaporan keuangan yang baik.