Kabinet Baru SBY

Isyarat Politik Taufiq Kiemas

Lama berseteru, SBY dan Taufiq Kiemas menjalin koalisi. Kader PDIP masuk kabinet.

Senin, 10 Agustus 2009, 10:06 WIB
Wenseslaus Manggut
Taufiq Kiemas dan Yudhoyono (www.indonesia-ottawa.org)

Oleh: Edy Haryadi

VIVAnews - INI bukan kejadian biasa. Usai berpidato Susilo Bambang Yudhoyono turun panggung. Hari itu di Senayan, Senin 3 Agustus 2009. Para ajudan sigap di samping sang presiden. Jarum jam sudah mematut bilangan sebelas lebih 15 menit. Segenap anggota dewan sudah berdiri.

Tapi Yudhoyono tidak langsung keluar pintu sebagaimana biasanya. Dia menghampiri jejeran depan anggota dewan. Sejumlah petinggi dewan yang duduk di depan berdiri. Memberi senyum.

Tapi bukan mereka yang dituju sang presiden. SBY melangkah ke sebelah kanan. Lalu menyalami pria berbadan besar dan berambut perak itu, Taufiq Kiemas. Taufiq adalah suami Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan.

Dalam partai itu, Taufiq menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai. Dan cuma dia yang disalami SBY. Sebab sesudah itu presiden melangkah pergi.

Sejatinya hari itu presiden membacakan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2010, tapi yang ramai digunjingkan khayalak politik adalah pertemuan singkat SBY dengan Taufiq Kiemas itu. Bahwa partai yang kerap disebut partainya wong cilik itu merapat ke Cikeas.

Sinyalemen merapat ke Cikeas itu sudah meriah dua pekan sebelum adegan singkat di Senayan itu. Saat itu beredar pesan singkat (SMS) atas nama Taufiq Kiemas.  Pesan itu ditujukan pada kader PDI Perjuangan.

Isinya: “Arahan Ketua Deperpu (H Taufiq Kiemas). Diperintahkan kepada seluruh kader PDIP untuk sepenuhnya tunduk kepada keputusan DPP dan Deperpu. Sikap oposisi selama lima tahun ternyata tidak membuat kita dekat dengan rakyat. Oleh karenanya, diperlukan langkah nyata untuk kembali dekat dengan rakyat dengan cara membuka diri berkoalisi dengan presiden yang dipilih rakyat. Salam merdeka.”

Pesan pendek itu dibantah oleh beberapa kader PDI Perjuangan. Mereka menyebut itu SMS palsu. Namun, usai bersalaman dengan SBY, isyarat  politik Taufiq Kiemas justru kian terang benderang. Dia mengaku mendukung pidato SBY soal rencana anggaran itu. Selain itu, dan ini yang terpenting, Taufiq berujar, “Insyaallah, masuk kabinet.”

Meski begitu Taufiq menolak rincian tentang berapa kursi yang akan diperoleh PDI Perjuangan di kabinet. “Kalau minta, itu namanya nodong presiden,” ujarnya. Pokoknya, lanjutnya, partainya membuka diri jika diminta SBY duduk di kursi kabinet.

Bersambung

Berita Terfavorit:
1. Perekrut Bomber Manjakan 'Calon Pengantin'
2. Perekrut Dani Si Bomber Juga Rayu 9 Remaja
3. Sebelum Tewas Noordin Singgah di Subang
4. Densus 88 Sudah Miliki DNA Anak Noordin
5. Jam 2 Pagi, Dewi Tantular Curi Uang Century



• VIVAnews   |   Share :  
Rating