VIVAnews - Dewan Pakar Maga Institut menilai RAPBN 2010 dan Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 3 Agustus 2009 lalu menunjukkan keuangan negara sangat rentan. Pemerintah mematok defisit anggaran sebesar 1,6 persen.
"RAPBN 2010 sesungguhnya menunjukkan posisi keuangan negara yang rentan. Karenanya pemerintah tidak ingin memberikan angin surga atau mengirim sinyal yang dapat dinilai pasar sebagai optimisme berlebihan," kata Hendrawan Supratikno dari Megawati Institut dalam jumpa pers di Mega Institut, Jalan Proklamasi, Jakarta, Kamis 6 Agustus 2009.
Hadir dalam jumpa pers tersebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Arif Budi Manta (Direktur Mega Institut), dan ekonom Unair Ikhsan Modjo.
Sebelumnya usai pembacaan RAPBN 2010 dan Nota Keuangan, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan Taufiq Kiemas berpendapat bahwa RAPBN kali ini lebih pro-rakyat.
"Saya rasa RAPBN sekarang lebih maju, lebih pro-rakyat, hanya anggaran untuk TNI perlu lebih banyak supaya bisa beli alutsista yang baru," kata Taufiq Kiemas saat itu.