VIVAnews - Pameran kerajinan Indonesia yang bertajuk Inacraft akan merambah atau go international ke Malaysia.
"Inacraft merupakan national branding yang harus dibawa Indonesia ke Malaysia," kata ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Rudy Lengkong di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2009.
Menurutnya, Malaysia merupakan pasar yang menjanjikan. Tercatat, sebanyak 994 pembeli pameran Inacraft 2009 dari 85 negara, sebanyak 205 di antaranya berasal dari Malaysia dengan rekor terbanyak.
"Karena kesamaan selera dan kedekatan letak secara geografis, pembeli dari Malaysia berbondong-bondong ke Inacraft," kata dia.
Pameran Inacraft di negeri Jiran tersebut akan diselenggarakan pada 13 hingga 15 November 2009 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) Malaysia dengan tajuk "Inacraft Lifestyle in Malaysia 2009". Ini merupakan pameran Inacraft pertama di luar negeri.
Rudy menargetkan, pameran selama tiga hari tersebut akan meraup transaksi minimal Rp 5 miliar hingga ratusan miliar rupiah dengan target peserta sebanyak 100 partisipan.
"Bulan Oktober hingga November merupakan musim pembeli berkunjung ke Asia Selatan dan Asia Tenggara," kata dia.
Rencananya, Inacraft Life Style akan dilaksanakan setiap tahun menampilkan produk-produk kerajinan seperti gift, houseware, jewelry, batik, fashion, garment & embroidery, dan aksesoris.
Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Pradnyawati menuturkan, potensi kerajinan Indonesia masuk ke Malaysia sangat besar karena basis industri kreatif untuk kerajinan (handmade) masih sangat kurang di negara tersebut.
"Krisis membuat Malaysia, sama seperti Indonesia, menumpukan diri pada ekonomi kreatif. Pada tahun 2010, mereka (pemerintah Malaysia) akan mencanangkan tahun ekonomi kreatif dengan dana 4 miliar ringgit," ujarnya.
Namun, konsentrasi ekonomi kreatif di Malaysia bakal berbeda dengan Indonesia. "Kalau Indonesia unggul di kerajinan handmade, tapi Malaysia lebih kepada ICT seperti multimedia presentation, animasi, dan video game, sehingga dana yang digelontorkan juga tidak main-main," kata dia.
antique.putra@vivanews.com