Bisnis
Sri Mulyani Indrawati

"Benahi Krisis Seperti Bereskan Piring Pecah"

Hikmah krisis, menurut Sri Mulyani, pemerintah bisa mengimpor pengalaman dari negara lain.

Rabu, 5 Agustus 2009, 11:17 WIB
Hadi Suprapto, Anda Nurlaila
Sri Mulyani Indrawati (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, bagi pemerintah, membenahi krisis dan dampaknya persis seperti pembantu yang mencuci piring. Pemerintah harus membenahi hasil goncangan ekonomi dunia, tapi mendapat kritikan dari berbagai pihak.

Krisis itu memberi banyak pengalaman bagi semua pihak. "Tapi bagi yang membereskan seperti pembantu yang membereskan piring pecah yang sedang dicuci," kata dia pada seminar di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Depok, Rabu 5 Agustus 2009. "Dia (pembantu itu) tetap kena marah majikan dan semua orang."

Menurut dia, krisis yang dihadapi di negara-negara dunia akan berbeda dampaknya. Karena karakter ekonomi di masing-masing negara berbeda, tergantung keadaan politik negara tersebut. "Di Amerika kondisi politiknya cenderuk praktis, sedangkan di Eropa cenderung melankolis," katanya.

Kalau di Indonesia, menurut dia, saat krisis mulai datang pemerintah membuat konsolidasi baik dalam pemerintahan maupun dengan pengusaha untuk memperbaiki arus pendapatan dan manajemen risiko. Pengusaha dan pemerintah saat krisis diibaratkan penumpang pesawat yang kena turbolensi. "Jadi harus pasang seatbelt," ujarnya.

Dia juga membela diri, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dianggarkan pemerintah saat ini merupakan anggaran optimistik. "Boleh saja APBN ekspansif, karena orang menilai APBN sebuah kewajaran. Tapi kalau APBN bangkrut akan mendapatkan kritik habis-habisan," kata dia samabil mencontohkan kondisi Amerika Serikat yang mendapat kritik dari kongres saat bail out besar-besaran.

Hikmah krisis, menurut Sri Mulyani, pemerintah bisa mengimpor pengalaman dari negara lain, bagaimana cara mengatasinya. "Saya juga banyak berdoa biar bisa mengatasi krisis. Karena doa orang yang teraniaya itu dikabulkan," ujar Sri Mulayani sambul tersenyum. hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial