Pidato Kenegaraan RAPBN 2010

"Pertumbuhan Makro Masih Dibutuhkan"

Makro ekonomi sangat penting seiring dengan hambatan ketersediaan pembiayaan luar negeri.

Senin, 3 Agustus 2009, 10:55 WIB
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan, Nur Farida Ahniar
Presiden Yudhoyono (ANTARA/Rumgapres-Haryanto)

VIVAnews - Pemerintah akan meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi dengan memelihara pertumbuhan makro ekonomi yang berlanjutan. Kondisi makro ekonomi menjadi penting di tengah krisis keuangan global.

"Pertumbuhan makro ekonomi masih dibutuhkan karena tingginya risilo dan ketidakpastian dunia karena krisis keuangan global," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenai Nota Keuangan RAPBN 2010 dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2009.

Penjagaan pertumbuhan makro ekonomi sangat penting seiring dengan hambatan ketersediaan pembiayaan luar negeri karena banyaknya defisit anggaran di negara-negara maju.

Pemerintah akan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi yang seimbang dengan meningkatkan ekspor nonmigas dan meningkatkan investasi di Indonesia. Perbaikan iklim investasi sudah dilakukan dengan meningkatkan penegakan hukum, dan memperbaiki undang-undang investasi.

Pemerintah juga akan meningkatkan perbaikan infrastruktur. Dalam peningkatan perbaikan infrastruktur ini, pemerintah akan bekerja sama dengan swasta. "Ini prasarana untuk meningkatkan pertumbuhan ekonimi," katanya. Dengan demikian, pengangguran bisa ditekan. hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ