VIVAnews - Kinerja ekspor tahun depan (2010) diperkirakan tumbuh sebesar 20 persen, di tengah pemulihan ekonomi dunia.
"Ekspor tahun 2010 akan membaik dan diprediksi sekitar lima persen bila dibanding 2009, sehingga pertumbuhan diperkirakan mencapai 20 persen," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di sela-sela pelantikan Deputi Gubernur BI baru Darmin Nasution di kantor Mahkamah Agung Jakarta, Senin, 27 Juli 2009.
Pemerintah telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekspor tahun 2009 menjadi minus 15 hingga 20 persen dari proyeksi semula sebesar minus 20 hingga 30 persen di awal tahun. "Itu pertumbuhan secara volume, karena kalau dari segi nilai akan sulit diprediksi," kata Mari.
Revisi pertumbuhan ekspor, menurut Mari, terkait dengan kontribusi harga komoditi yang mulai membaik. "Dari bulan per bulan mengalami perbaikan akibat harga komoditi membaik sehingga permintaan Asia meningkat," ujarnya.
Semester pertama tahun ini, dia menambahkan, pertumbuhan ekspor masih sekitar 20 persen. "Terakhir, minusnya 24-25 persen," kata Mari.
Meski diperkirakan membaik dibandingkan tahun 2009, Mari mengatakan pemulihan ekonomi Indonesia tahun 2010 masih akan tergantung dengan pemulihan ekonomi dunia.
"Konstribusi ekspor ke negara-negara yang terkena dampak serius cukup besar, seperti Amerika Serikat dan Eropa," ujarnya.
Mari menuturkan, sebanyak 12 hingga 13 persen ekspor Indonesia dialamatkan ke Eropa. Angka yang sama juga menuju Amerika Serikat.
antique.putra@vivanews.com