VIVAnews - Krisis ekonomi global yang berimbas pada penjualan properti tidak mematikan motivasi Ciputra untuk menggaet pembeli.
Pengembang properti yang bisnisnya tersebar di berbagai kota ini mengaku tetap optimis menjalankan bisnis propertinya. Bahkan ia siap mengeluarkan inovasi dan produk baru agar usahanya lebih berkembang.
"Salah satunya turut memberikan kredit misalnya down payment 10 persen, bank bilang 30 persen maka 20 persen kita kasih in house finance. Kemudian misalkan bunga 14 persen maka 4 persen kita kasih discount bunga, jadi profit kita kurangi," kata dia disela-sela acara malam penganugerahan di Hotel Mulia, Rabu 22 Juli 2009 malam.
Ciputra optimistis pada tahun ini, kondisi bisnis properti sudah bisa pulih. Paling tidak indikatornya seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah naik 500 poin dari posisi kejatuhan saat krisis.
Karenanya ia siap mengembangkan empat kawasan barui. Empat proyek ini bagian dari 20 rencana proyek perumahan yang akan digarapnya.
Empat kawasan baru ini berlokasi di Makassar, Ambon, Riau dan Pulo Gadung. Khusus di Pulo Gadung, proyek kawasan yang akan dikembangkan adalah pergudangan. "Itu proyek multiyears yang siap berjalan tahun ini," kata Ciputra.
Akhir tahun ini, Ciputra juga berniat melakukan penawaran saham perdana (IPO) salah satu perusahaanya yakni Metropolitan Land. Satu perusahaan ini akan masuk di jajaran bursa dari lima perusahaan lainnya yang sebelumnya sudah go public. Perusahaan tersebut adalah Ciputra Development, Ciputra Property, Ciputra Surya, Jaya Real Property dan Metropolitan Kencana.
"Metropolitan Land yang ke-6, siap go public, itu lokasinya antara lain di Bekasi. Kami target bisa mendapatkan Rp 1 triliun," katanya.