Ledakan di Marriott dan Ritz Carlton

Pasar Diminta Tak Terpengaruh Ulah Teroris

"Ini masalah keamanan, pemerintah bisa menanggulangi masalah keamanan ini."

Jum'at, 17 Juli 2009, 12:39 WIB
Umi Kalsum, Syahid Latif
Ledakan JW Marriott 17 Juli 2009  

VIVAnews - Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan Fuad Rachmany meminta pelaku pasar tidak bereaksi negatif atas ledakan yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pukul 07.45 dan pukul 07.47 WIB, Jumat 17 Juli 2009.

"Ini masalah keamanan, pemerintah bisa menanggulangi masalah keamanan ini," tegas Fuad dalam jumpa pers di Gedung Depkeu, Jakarta.

Fuad menuturkan pada 2003 lalu, saat terjadi ledakan bom di Bali dan JW Marriott, Jakarta, reaksi pasar hanya terjadi selama satu hari.

"Mestinya kalangan pasar ternyata terbiasa dengan kondisi seperti ini dan mereka seharusnya tidak mau dipengaruhi atau terpengaruh niat orang-orang yang ingin menghancurkan kepercayaan pasar modal tanah air," kata dia.

Fuad meminta pelaku pasar tidak memberi kesempatan kepada teroris untuk mengganggu iklim investasi lewat aksinya ini. "Volatilitas sekarang mungkin ada dan seharusnya pelaku pasar modal tidak bereaksi negatif," kata dia.

Akibat ledakan di dua hotel itu sebanyak sembilan orang tewas akibat ledakan ini, enam orang tewas di lokasi ledakan Marriot, dua orang tewas di Ritz Carlton, dan satu orang lagi di rumah sakit.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ