VIVAnews - Pemerintah akan memacu kontribusi non migas hingga 30 persen dari sebelumnya 23 persen dari Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB).
"Perlu didorong, karena peran industri migas lambat laun akan semakin jauh berkurang, sehingga ada switch antara industri migas dengan industri non migas," kata Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian Agus Tjahayana Wirakusumah dalam SENADA Partners Conference "Lessons Learned In Industry Competitiveness" di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa, 14 Juli 2009.
Target tersebut, dia menambahkan, masuk ke dalam program Depperin hingga tahun 2020. "Pada saat itu (tahun 2020), pendapatan per kapita masyarakat kita sebesar US$6 - 7 ribu," ujar Agus.
Semula, Depperin menargetkan pada tahun 2020, pendapatan per kapita akan mencapai US$10 ribu.
"Tapi setelah dihitung-hitung, termasuk dengan janji-janji capres tentang pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan, tidak akan tercapai," tuturnya. Apalagi, Agus menambahkan, dengan pertumbuhan penduduk per tahun sebesar 1,1 hingga 1,2 persen.
Dia mengakui, kalau saja pendapatan per kapita sebesar US$10 ribu diperkirakan akan sama dengan Korea saat menyatakan diri sebagai negara industri baru.
antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews