VIVAnews - Penerimaan negara dan hibah pada semester dua 2009 ditargetkan bisa mencapai Rp 505,4 triliun atau 59,6 persen terhadap dokumen stimulus.
Target ini lebih tinggi dibandingkan realisasi penerimaan semester satu yang mencapai Rp 367,2 triliun atau 43,3 persen terhadap dokumen stimulus.
Koordinator Panja Panitia Anggaran Suharso Monoarfa mengatakan, target penerimaan semester dua ini akan diperoleh dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 363,6 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 141 triliun, serta diharapkan ada tambahan akhir tahun Rp 219,5 triliun.
"PNBP ini dipengaruhi oleh harga minyak Indonesia dan lifting minyak yang lebih tinggi pada semester dua ke depan," kata Suharso di DPR, Jakarta, Senin malam, 13 Juli 2009.
Tambahan juga bisa diperoleh dari peningkatan deviden Pertamina dan intensifikasi setoran dari bagian laba BUMN setelah diselesaikannya Rapat Umum Pemegang Saham. "Kami juga mengharapkan adanya peningkatan realisasi pendapatan dari Badan Layanan Umum," ujarnya.
Penerimaan perpajakan mencapai Rp 363,6 triliun, sampai akhir tahun nanti akan lebih banyak dipengaruhi bagaimana upaya perbaikan administrasi dan peningkatan kepatuhan perpajakan.
Selain itu, penerimaan juga akan bisa tercapai dengan intensifikasi pemungutan cukai, peningkatan volume dan nilai impor, meningkatnya volume minyak sawit mentah (CPO) serta kenaikan tarif bea keluar CPO yang mencapai 3 persen. "Pendapatan juga bisa dengan peningkatan PPN yang didukung oleh pertumbuhan konsumsi dalam negeri yang masih positif," ujarnya.
DPR juga berharap, seiring dengan membaiknya ekonomi global, pemulihan impor khususnya impor bahan baku dan barang modal.