Produk Inovasi Jadi Andalan Ekspor ke Depan

Aneka macam produk ini belum pernah diproduksi dan ditemui di luar Indonesia

Senin, 13 Juli 2009, 13:27 WIB
Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan
Ilustrasi Peti Kemas Ekspor Impor Pelabuhan (eolaspecialtyfoods.com)

VIVAnews - Fokus produk ekspor Indonesia kedepan akan lebih mengutamakan produk inovatif dibandingkan produk lain. Menurut Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady, produk inovasi ini di Indonesia jumlahnya cukup banyak mencapai lebih dari 100 daftar produk.

Menurut Edy, daftar produk ini ada di Kantor Kementrian Negara Riset dan Teknologi. Produk sudah lama ditemukan dan berbasis inovasi. Karena itu, aneka macam produk ini belum pernah diproduksi dan ditemui di luar Indonesia. Produk tersebut misalnya produk jasa konstruksi jaring laba-laba dan aneka produk jamu.

"Karena kita yang menciptakan, maka produk seperti ini tidak memiliki saingan," ujar Edy di Kantor Menko Perekonomian, Senin 13 Juli 2009.

Selama ini, dengan memasarkan produk konvensional seperti karet, CPO, kaos kaki, sepatu dan aneka macam produk lain, sudah banyak negara yang memproduksi. "Hanya produk-produk seperti berbasis inovasi yang akan lebih banyak diminati oleh konsumen dan investor luar," ujarnya.

Selain konstruksi sarang laba-laba dan aneka jamu, Indonesia juga akan lebih banyak menekankan ekspor pupuk organik dari jasad renik. Pemerintah juga akan banyak mendorong pemasaran produk temuan dari lembaga penelitian yang belum pernah ada.

Menurut Edy, upaya mendorong kegiatan ekspor ini dilakukan dengan memanfaatkan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Modal Rp 4 triliun yang disiapkan pemerintah, kata dia, jumlahnya mencukupi untuk mendukung kegiatan ekspor ini.

heri.susanto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ