VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada akhir transaksi sesi II Jumat, 10 Juli 2009 masih terhempas setelah sempat menguat di awal transaksi.
Menurut pengamat pasar modal Ukie Jaya Mahendra, pasar ditutup negatif satu persen akibat tidak adanya sentimen positif dari bursa regional, harga minyak mentah dan komoditas juga mengalami penurunan.
"Asing terlihat melepas barangnya terus selama pekan ini yang diduga mereka merealisasikan keuntungannya dari emerging market, karena masih terdapat ketidakpastian di Amerika," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, akhir pekan ini.
Pada penutupan transaksi sesi II Jumat, IHSG terkoreksi 20,88 poin atau 1,01 persen ke level 2.063,09. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks melemah di posisi 2.081,22 atau turun 2,76 poin (0,14 persen).
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,73 triliun dengan frekuensi 75.790 kali. Sebanyak 52 saham menguat, 141 melemah, 54 ditutup stagnan, serta 215 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 901,04 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 818,19 miliar.
Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Hang Seng Index melemah 82,17 atau 0,46 persen menjadi 17.708,42, Nikkei 225 turun 3,78 poin (0,04 persen) ke level 9.287,28, dan indeks Straits Times terkoreksi 1,11 atau 0,05 persen di posisi 2.306,50.
Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham minyak dan komoditas yang mengalami pelemahan harga besar antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang terkoreksi Rp 400 (2,05 persen) di level Rp 19.050, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) melemah Rp 100 atau 5,74 persen menjadi Rp 1.640, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) turun Rp 50 (2,06 persen) menjadi Rp 2.375.
Rupiah Bergerak Sempit
Ukie juga mengakui, rupiah yang bergerak sempit terhadap dolar Amerika Serikat dibandingkan transaksi kemarin turut mempengaruhi minat beli pelaku saham.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.145/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.135 per dolar AS.
Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.147 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.147-10.200/US$.
antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews