VIVAnews - Sentimen negatif bursa regional dan kekhawatiran sebagian pemodal atas pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) memicu aksi jual di pasar saham domestik.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir sesi kedua transaksi Senin 6 Juli 2009 ditutup melemah 40,29 poin (1,95 persen) ke level 2.035,01.
Volume saham berpindah tangan mencapai 7,7 juta lot senilai Rp 3,37 triliun dengan frekuensi 69.247 kali. Sebanyak 34 saham menguat, 175 saham melemah, dan 36 saham stagnan.
Saham-saham yang menyumbang pelemahan indeks di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp 1.100 (5,62 persen) ke posisi Rp 18.450, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terkoreksi Rp 500 (4,38 persen) menjadi Rp 10.900, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melemah Rp 350 (2 persen) ke posisi Rp 17.100.
Analis PT BNI Securities M Alfatih dalam risetnya mengatakan, IHSG sebenarnya berpeluang menguji resistance 2.085, namun tanpa dukungan kuat nilai transaksi.
"IHSG melanjutkan pola sideways menyamping dengan nilai transaksi kecil, sehingga menunjukkan pelaku pasar sedang bertahan di tengah sepinya sentimen dan masih ada kekhawatiran mengenai pemilihan presiden," kata dia.
Jika IHSG mampu melampaui level 2.085 dengan volume besar, kelanjutan tren naik bisa mendekati 2.116-2.130 dan selanjutnya 2.225.
Sementara itu, di bursa Asia, Hang Seng melemah 223,99 poin (1,23 persen) ke level 17.979,41, Nikkei 225 ke posisi 9.680,87 atau turun 135,2 poin (1,38 persen), dan Straits Times terkoreksi 33,66 poin (1,46 persen) menjadi 2.266,09.
arinto.wibowo@vivanews.com
• VIVAnews