Sale Pisang Suka Senang

Dari Rp5 Juta, Kini Omzetnya Rp200 Juta/Bulan

Usaha Tarwa bermula saat dia mengundurkan diri dari pegawai BUMN karena sakit.

Senin, 6 Juli 2009, 10:21 WIB
Hadi Suprapto, Anda Nurlaila
Sale Pisang (mamafhia.blogspot.com)

VIVAnews - Siapa tak kenal keripik dan sale pisang. Makanan ringan olahan dari pisang dengan aroma dan rasa khas. Di tangan H Tarwa Hadi, 66 tahun, makanan asli Indonesia berbahan baku lokal itu menjumpai konsumennya hingga luar negeri.

Usaha Tarwa bermula saat dia mengundurkan dari pegawai perusahaan Badan Usaha Milik Negara karena sakit, pada 1992. Di kampung halamannya, Ciamis, Jawa Barat, bersama istrinya, Tarwa berpikir membuat sale pisang dan keripik dengan rasa berbeda.

Dengan modal awal sekitar Rp 5 juta, bersama dua orang karyawan, Tarwa membuat sale pisang dan keripik pisang dengan rasa yang berbeda. Keripik rasa pedas, madu, manis, selain rasa asin. Sale pisang gulung dan opak dia ciptakan.

Untuk pemasaran, Tarwa menitipkan ke warung-warung dan toko makanan ringan. Seiring berjalannya waktu, usaha Tarwa berkembang pesat. 

Hasil inovasi rasa keripik dan sale pisang semakin banyak. Keripik sale yang Tarwa produksi semakin banyak, seperti sale lidah, sale opak, sale ambon, dan sale molen. Keripik bercita rasa baru terus ia buat. 

Alhasil, keripik moka, vanila, lemon, dan durian ia produksi. Agar tetap mempertahankan kualitas produksinya, Tarwa selalu memperhatikan bahan baku pisang Siem untuk sale, dan jenis pisang nangka serta pisang kapas untuk keripik pisang. 

Karena berbeda dengan sale pisang dan keripik pisang pada umumnya, kedua produk pisang ini mempunyai harga lebih mahal, Rp 25.000 per kilogram.

Tak seperti usaha kecil lainnya, Tarwa menetapkan standar kebersihan dan produksi. Sebelum diolah, bahan baku pisang disortir lebih dulu. Para karyawan wajib mengenakan masker dan topi. Tarwa mengambil sertifikasi halal dari BPOM untuk semua produksinya.

Tarwa tak lantas puas dengan kesuksesannya. Keripik dan sale pisang bermerek Suka Senang ini kemudian memodifikasi kemasan agar lebih menarik. Bentuk produksinya dibuat unik seperti bentuk hanger, dus laminasi, bal, toples hingga paket parsel.

Sejak memulai usahanya kini jumlah produksi mencapai delapan ton perbulan. Tarwa kini mempekerjakan 55 orang karyawan. Selain memiliki satu outlet di Ciamis, Tarwa memasarkan produknya ke daerah Bandung, Jakarta, Medan, Banjarmasin. Tak hanya pasar dalam negeri yang ia rambahi, produknya kini diekspor ke Kanada dan beberapa negara di Asia lain.

Omzet bulanan suami Odah Jubaedah kini menyentuh Rp 200 juta per bulan. Guna memperluas pemasaran, Tarwa rajin mengikuti berbagai pameran seperti Pekan Raya Jakarta, Pameran Produk Ekspor (PPE), Agro and Food Fair, Pangan Nusa Expo, Food Ethnic, dan lainnya.  

Usaha yang kini berjalan 13 tahun tersebut kini mengalir ke anak-anaknya. Dia mengaku agar tetap dapat berkompetisi, Tarwa dan anak-anaknya terus mengembangkan produk-produk baru. hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
andi
07/11/2010
pa saya pembuat barang mentahnya,barangkali bapa brminat dngan barang saya,pa sya mnta almat+no hp bapa,krim ke emeil saaaaaaya
Balas   • Laporkan
Kang Elang Ade
25/09/2010
pa .... mohon alamat lengkap bapak,, dan no. telponnya...karena kami berminat untuk melakukan kunjungan ditempat usaha bapak. sayatertarik dengan inovasi usaha pengembangan pisang dijadikan olahan berbagai macam.... mudah-mudahan kami dapat berkunjung ke
Balas   • Laporkan
YOSEF
08/08/2010
Saya tertarik dengan bisnis yang anda punya skrg,apa semua jens pisang bisa dibuat sale pisang??????????
Balas   • Laporkan
tomy
07/07/2010
saya tertarik pada inovasi yang anda lakukan..... yang menambah kasanah kuliner kita.... kalao tidak keberatan kirimi kami cara pengolahannya........ kami berdomisili di blitar terimakasih
Balas   • Laporkan
imamsumail
30/04/2010
boleh minta cara buatnya ngak.pontianak.kalbar.
Balas   • Laporkan
phita locka
30/03/2010
bolehkah kami tau tentang usaha anda dan berikan nomor telepon perusahaan anda
Balas   • Laporkan
ferry Irawan
23/02/2010
pk hj bagaimana kalau saya menjual produk saya di outlet pak haji,bagai mana pula dengan pembayarannya.adapun produk kami bisa di lihat di alamat kami.
Balas   • Laporkan
laeli
18/10/2009
koq ngga ada penjabaran gimana cara pembuatannya? Mohon bisa dijelaskan cara pembuatannya melalui email saya. Terima kasih
Balas   • Laporkan
nizar nurmalik
24/07/2009
alamat ciamis nya dimana? kalo lewat bisa mampir
Balas   • Laporkan
Eko Sutrisno
07/07/2009
jika saya ikut memasar kan produk anda berapa komisi yang saya dapatkan.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ