VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali menguat, setelah pada perjalannya tadi sempat terkoreksi. Nilai tukar rupiah pun menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut tim riset PT BNI Securities, berflukutasinya indeks pada penutupan transaksi akhir pekan ini dipengaruhi sentimen mancanegara maupun domestik.
Dalam riset yang diterima VIVAnews hari ini, menurut sekuritas itu indeks terkoreksi sesi pertama tadi akibat terbawa arus pergerakan bursa global maupun regional. Sedang penguatan kembali, karena terdorong aksi Bank Indonesia yang kembali menurunkan suku bunga acuan BI rate.
Pada penutupan transaksi sesi II, Jumat, 3 Juli 2009, IHSG menguat 9,55 poin atau 0,46 persen ke level 2.075,30. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks melemah di posisi 2.058,49 atau turun 7,26 poin (0,36 persen).
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,71 triliun dengan frekuensi 68.530 kali. Sebanyak 81 saham menguat, 93 melemah, 66 ditutup stagnan, serta 220 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 468,80 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 395,33 miliar.
Bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Hang Seng Index menguat 25,35 atau 0,14 persen menjadi 18.203,40, Nikkei 225 turun 60,08 poin (0,61 persen) ke level 9.816,07, dan indeks Straits Times terkoreksi 21,86 atau 0,94 persen di posisi 2.298,96.
Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham unggulan (blue chips) yang mengalami penguatan dan pelemahan harga besar antara lain PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang terangkat Rp 400 (4,87 persen) di level Rp 8.600 dan PT Indosat Tbk (ISAT) menguat Rp 300 atau 5,76 persen menjadi Rp 5.500. Sedangkan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp 150 (1,29 persen) menjadi Rp 11.400.
Rupiah Menguat Tipis
Riset itu juga mengakui, rupiah kembali menguat terhadap dolar AS meski kisarannya sangat tipis dibandingkan transaksi kemarin.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.210/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.212 per dolar AS.
Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.255 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Kamis, 2 Juni 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.165-10.212/US$.
antique.putra@vivanews.com