BP Migas Gandeng PT Dirgantara Indonesia

Kesepakatan ini terkait optimalisasi penggunaan dan perawatan pesawat terbang.

Jum'at, 3 Juli 2009, 14:39 WIB
Umi Kalsum
  (pelita.co.id)

VIVAnews - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menjalin kesepakatan bersama dengan PT Dirgantara Indonesia. Kesepakatan ini terkait optimalisasi penggunaan dan perawatan pesawat terbang dan helikopter.

Selain itu, kesepakatan juga mencakup pendidikan dan pelayanan serta jasa lainnya untuk memenuhi kebutuhan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi nasional.

Kesepakatan bersama ini secara resmi ditandatangani Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dengan Kepala BP Migas R Priyono di Bandung, Jumat 3 Juli 2009.

Menurut Priyono, selama tahun 2008, kegiatan penerbangan untuk operasional hulu Migas sekitar 20 ribu jam. Dari jumlah itu, 51 persen memakai helikopter (rotary wing) dan 49 persen pakai pesawat terbang (fixed wing). "Total penumpang mencapai 30 ribu lebih," ujarnya.

Priyono menambahkan, saat ini ada 15 unit pesawat terbang dan 11 unit helikopter yang beroperasi di industri migas. Dengan adanya perluasan eksplorasi migas di daratan dan lepas pantai, dibutuhkan transportasi udara baik untuk mengangkut hasil eksplorasi, mobilitas pekerja, hingga mengangkut alat berat," katanya.

Adapun Budi Santoso mengatakan, pihaknya siap memenuhi kebutuhan BP Migas. "Ini sekaligus membuktikan produk PTDI layak dilibatkan dalam industri migas tanah air," katanya.

Laporan: Octarina | Bandung



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ