Ekspansi Ritel Dipersulit, Penjualan Koreksi

Ekspansi ritel modern akan terus berjalan seiring dengan ekspansi pada ritel tradisional.

Kamis, 2 Juli 2009, 12:19 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
  (AP Photo)

VIVAnews - Nielsen memperkirakan terhambatnya ekspansi ritel modern bakal berimbas pada pertumbuhan penjualan. 

"Seharusnya disadari bahwa dengan mempersulit ekspansi akan berdampak pada pertumbuhan penjualan," kata Associate Director Retailer Services Nielsen Company Indonesia Febby Ramaun di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2009.

Meski demikian, Febby menjelaskan ekspansi ritel modern akan terus berjalan seiring dengan ekspansi pada ritel tradisional. "Masih akan tetap ada ekspansi meski izin dipersulit," ujarnya.

Perkembangan ritel modern, menurutnya, dinamis dengan adanya pemain ritel yang performanya naikdan turun. "Buat yang naik, mereka pasti kreatif dengan memantainance penjualan melalui ide-ide baru," kata dia.

Hingga saat ini diperkirakan jumlah ritel modern di Indonesia telah mencapai 11 ribu outlet. Riset Nielsen pada 2008, ritel modern bertumbuh lebih pesat ketimbang ritel tradisional. "Pertumbuhan ritel modern pada 2008 mencapai 23 - 24 persen dengan nilai penjualan pada 2008 sebesar Rp 34,157 triliun," ujarnya.

Sedangkan pertumbuhan ritel tradisional hanya mencapai 19,6 persen dengan kenaikan penjualan dari Rp 50,8 triliun pada tahun 2007 menjadi Rp 60,4 triliun pada tahun 2008. hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ