Bisnis
Sesi II Tutup

IHSG & Rupiah Menguat

Indeks di BEI terangkat 1,63 persen ke level 2.059, sedang rupiah pada posisi 10.190/US$.

Rabu, 1 Juli 2009, 16:24 WIB
Antique
Rupiah di Bank Indonesia (AP Photo/Irwin Fedriansyah)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali menguat, meski sempat terkoreksi. Nilai tukar rupiah juga kembali menunjukkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut analis PT BNI Securities Asti Pohan, penutupan indeks yang dipengaruhi pengumuman data inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi pasar ternyata mampu mendorong investor melakukan aksi borong saham kembali.

"Sebab, pada sesi pertama pemodal cenderung wait and see," ujarnya melalui riset yang diterima VIVAnews di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2009.

Pada penutupan transaksi sesi II, Rabu, IHSG terangkat 33,10 poin atau 1,63 persen ke level 2.059,88. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks menguat tipis di posisi 2.040,89 atau naik 7,17 poin (0,35 persen).

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 5,95 triliun dengan frekuensi 65.194 kali. Sebanyak 127 saham menguat, 70 melemah, 61 ditutup stagnan, serta 201 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 470,18 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 391,61 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Hang Seng Index melemah 149,78 atau 0,81 persen menjadi 18.378,73, Nikkei 225 turun 18,51 poin (0,19 persen) ke level 9.939,93, dan indeks Straits Times terangkat 18,41 atau 0,79 persen di posisi 2.351,55.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham unggulan (blue chips) yang mengalami penguatan harga besar antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang terangkat Rp 650 (3,85 persen) di level Rp 17.500, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat Rp 450 atau 4,86 persen menjadi Rp 9.700, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp 400 (5,33 persen) menjadi Rp 7.900.

Rupiah Terus Menguat
Asti juga mengakui, rupiah kembali menguat terhadap dolar AS meski kisarannya sangat tipis dibandingkan transaksi kemarin.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.190/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.230 per dolar AS.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.225 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.205-10.225/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial