Bisnis

Harga Minyak Anjlok di Bawah US$70/barel

Penyebabnya adalah data turunnya indeks kepercayaan konsumen di AS

Rabu, 1 Juli 2009, 07:40 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Reaksi para pialang di New York melihat pergerakan harga minyak (AP Photo/Mary Altaffer)

VIVAnews - Harga minyak anjlok lebih dari 2 persen hingga berada di bawah US$70 per barel, Selasa, 30 Juni 2009. Penyebabnya adalah data turunnya indeks kepercayaan konsumen di AS. Ini menambah kewaspadaan bakal terganggunya pemulihan ekonomi.

Seperti dikutip dari laman stasiun televisi CNN, minyak mentah jatuh US$1,60 ke posisi US$68,89 per barel setelah sempat menguat hingga level tinggi dalam delapan bulan terakhir pada posisi US$73,38 per barel.

Indeks kepercayaan konsumen bulan Mei menunjukkan bahwa rumah tangga di Amerika Serikat merasa bahwa situasi semakin memburuk. Data suram ekonomi lain menunjukkan bahwa ekonomi Inggris jatuh dalam laju tercepat dalam lebihd dari 50 tahun dalam tiga bulan pertama 2009 dan ekonomi mengalami resesi satu tahun penuh.

Menambah kabar buruk, tingkat pengangguran di negara konsumen minyak terbesar ketiga di dunia meningkat ke level tinggi dalam lima setengah tahun terakhir. Ketersediaan lapangan pekerjaan juga anjlok ke rekor rendah, sehingga mengandaskan harapan akan terjadi pemulihan ekonomi.

"Angka kepercayaan diri konsumen membalikkan momentum," kata Phil Flynn, analis di PFGBest Research, Chicago. "Ini terjadi sebelum 4 Juli (libur nasional AS) pada akhir pekan dan ini membuat pasar takut bahwa orang-orang akan tinggal di rumah dan tidak bepergian," lanjut Flynn.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial