Bisnis
Sesi II Tutup

IHSG Tertekan Lagi, Rupiah Masih Menguat

Indeks di BEI melemah lagi ke level 2.026,78. Sedang rupiah menguat di posisi 10.205/US$.

Selasa, 30 Juni 2009, 16:17 WIB
Antique
Mencermati pergerakan saham (www.geckoandfly.com)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali terhempas akibat tekanan jual investor. Namun, nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing, indeks ditutup di teritori negatif kembali akibat aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor. Sedangkan penguatan harga minyak dunia dan ekspektasi inflasi yang terkendali sepertinya sudah terfaktorkan di lantai bursa, sehingga tidak lagi menjadi sentimen positif.

"Apalagi, pemodal memilih wait and see (menunggu) sampai pemilu pekan depan," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2009.

Pada penutupan transaksi sesi II, Selasa, IHSG melemah 6,94 poin atau 0,35 persen ke level 2.026,78. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks menguat di posisi 2.040,89 atau naik 7,17 poin (0,35 persen).

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,73 triliun dengan frekuensi 71.298 kali. Sebanyak 83 saham menguat, 117 melemah, 60 ditutup stagnan, serta 119 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 521,97 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 487,57 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Hang Seng Index melemah 149,78 atau 0,81 persen menjadi 18.378,73, Nikkei 225 naik 174,97 poin (1,79 persen) ke level 9.958,44, dan indeks Straits Times terangkat 8,59 atau 0,37 persen di posisi 2.325,76.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham komoditas yang mengalami pelemahan harga besar antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang turun Rp 450 (2,22 persen) di level Rp 19.750, PT Timah Tbk (TINS) melemah Rp 175 atau 8,04 persen menjadi Rp 2.000, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terkoreksi Rp 150 (1,28 persen) menjadi Rp 11.500.

Rupiah Masih Menguat
Pardomuan juga mengakui, rupiah yang kembali menguat terhadap dolar AS tidak mampu menjadi indikator pemicu berlanjutnya penguatan bursa dalam negeri pada transaksi hari ini.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.205/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.217 per dolar AS.

Sedangkan pada perdagangan Senin, 29 Juni 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.215-10.235/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial