VIVAnews - Harga minyak mentah terus naik hingga mendekati US$73 per barel, Selasa 30 Juni 2009. Melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat dan serangan di instalasi minyak di Nigeria mendongkrak harga minyak hingga mencapai level papan atas dalam delapan bulan terakhir.
Dalam transaksi elektronik di bursa NYMEX New York, Selasa siang waktu Singapura, harga minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus naik US$1,06 menjadi US$72,55 per barel. Dini hari tadi (Senin sore waktu New York), harga minyak menguat US$2,33 ke posisi US$71,49 per barel. Sementara itu, hari ini harga minyak Brent di bursa ICE London menguat US$1,31 menjadi US$72,30 per barel.
Kenaikan harga minyak lagi-lagi dipicu oleh serangan militan di Nigeria, produsen minyak terbesar di Afrika. Baru-baru ini, kelompok militan merusak fasilitas penyulingan minyak Royal Dutch Shell. Selain itu, salah satu konsumen utama, China, juga menyatakan akan meningkatkan cadangan minyak mentah.
Minyak telah naik dari harga di bawah US$35 per barel pada Maret. Volume perdagangan minyak hari ini tiga kali lebih besar dari volume normal, kata Clarence Chu, pialang di Hudson Capital Energy, Singapura. (AP)