Bisnis

Prabowo Tak Akan Tutup Pintu Impor

Mustahil menutup pintu impor. Yang dilakukan membuat kebijakan pro-produk dalam negeri.

Selasa, 30 Juni 2009, 00:48 WIB
Arfi Bambani Amri, Mohammad Adam
Prabowo Subianto (prabowosubianto.info)

VIVAnews - Calon wakil presiden Prabowo Subianto membantah akan menutup pintu impor jika berkuasa nanti. Prabowo hanya membatasi impor demi menjaga produksi dalam negeri.

"Tidak bisa kita menutup impor secara drastis, karena sulit juga melakukan seperti itu," kata Prabowo dalam Dialog Ekonomi Kerakyatan Berbasis Koperasi, di Thamrin City, Jalan Kebon Kacang Raya, Jakarta, Senin 29 Juni 2009. "Yang penting adalah kebijakan yang berpihak pada produksi dalam negeri."

Kebijakan yang berpihak pada produksi dalam negeri ini adalah dengan membangun semangat nasionalisme. Dia mencontohkan rakyat Vietnam yang nasionalis. "Meski tahu ada buah dari Thailand yang lebih enak, mereka tetap membeli buah dari Vietnam. Jadi yang harus kita tanamkan adalah nasionalisme. Kita tidak bisa menutup impor," katanya.

"Di Jepang itu ada Wal-Mart. Sudah beroperasi lima tahun di Jepang, akhirnya hengkang karena tidak ada orang Jepang yang mau belanja di Wal-Mart. Pemerintah memang tidak melarang, tapi sikap patriotisme dan nasionalisme Jepang memang begitu tinggi," ujarnya.

Sementara, menurut Prabowo, pemerintah Indonesia tidak mendorong pemakaian produk dalam negeri. "Pemerintah sekarang enggak mau mengaku liberal, tapi kebijakannya liberal semua," ujar Prabowo.

Prabowo mengaku baru beberapa waktu lalu mengunjungi kota Cirebon. Dari kunjungan itu, dia menemukan banyak pelaku industri kerajinan rotan yang terancam mati. Mengapa? "Karena pemerintah (sekarang) ini mengizinkan rotan kita diekspor dalam bentuk bahan baku. Padahal dulu dilarang itu, rotan harus diolah di dalam negeri baru diekspor. Berarti kita bisa mengekspor mebel-mebel," ujarnya.

Akibatnya apa? "Ribuan masyarakat kita jadi enggak kerja. Ratusan pengusaha kita gulung tikar," kata Prabowo dalam acara yang dihadiri Ketua Dewan Koperasi Indonesia, Adi Sasono, itu.

arfi.bambani@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial