VIVAnews - Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto berjanji tidak akan menggusur pedagang kaki lima tanpa memberikan alternatif usaha. Prabowo menyatakan pedagang kaki lima sebenarnya bisa turut memberi sumbangsih untuk pendapatan daerah.
"Pedagang kaki lima adalah warga terhormat di Republik Indonnesia, karena mereka tidak pernah membebani negara," katanya di acara Dialog Ekonomi Kerakyatan Berbasis Koperasi, Thamrin City, Jalan Kebon Kacang Raya, Jakarta, Senin 29 Juni 2009.
Pedagang kaki lima itu hanya berusaha mencari makan tanpa meminta-minta. Jadi, menurut Prabowo, pemerintah seharusnya memfasilitasi mereka. "Jangan hanya menggusur tanpa memberi alternatif. Pedagang kaki lima itu hanya perlu diyakinkan dan dibuat mengerti," kata mantan Panglima Kostrad itu.
Jika pedagang kaki lima diatur dengan baik, tak mustahil memberi sumbangan pendapatan bagi suatu daerah. "Sebagai contoh, Walikota di Surakarta bisa memindahkan pedagang kaki lima berkumpul di satu tempat. Pedagang ini ternyata menyumbang yang besar untuk pendapatan asli daerah," kata Prabowo. Bahkan, dari pedagang kaki lima ini, Surakarta mendapat PAD yang lebih besar daripada hotel-hotel di Surakarta.
"PKL di Surakarta pertahun menyumbang Rp 18,5 miliar. Dari yang sebelumnya tidak ada, sekarang mereka berkontribusi kepada pemerintah daerah, asalkan mereka diberi tempat terhormat. Harus diberikan tempat yang layak, tak boleh digusur. Saya menentang segela bentuk gusur-menggusur. PKL bukan penjahat, bukan kriminal," ujarnya.
Namun, agar tak digusur, tentunya para pedagang kaki lima harus menerima diatur. Jangan sampai pedagang kaki lima mendatangkan kemacetan dan gangguan ketertiban.