VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali bercokol di zona negatif. Nilai tukar rupiah juga menunjukkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi melalui riset yang diterima VIVAnews, turunnya sebagian harga komoditas dunia, termasuk harga minyak mentah yang diperdagangkan US$69,13 per barel merupakan pemicu melemahnya indeks awal pekan ini.
"Penurunan bursa acuan dunia (Dow Jones) yang diikuti indeks Asia turut menjadi katalis negatif IHSG hari ini," ujarnya di Jakarta, Senin, 29 Juni 2009.
Pada penutupan transaksi sesi II, Senin, IHSG melemah 6,48 poin atau 0,32 persen ke level 2.033,72. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks melemah di posisi 2.030,16 atau turun 10,04 poin (0,50 persen).
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,25 triliun dengan frekuensi 55.401 kali. Sebanyak 80 saham menguat, 107 melemah, 58 ditutup stagnan, serta 214 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 283,93 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 342,52 miliar.
Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Hang Seng Index melemah 71,75 atau 0,39 persen menjadi 18.528,51, Nikkei 225 naik 93,92 poin (0,95 persen) ke level 9.783,47, dan indeks Straits Times terkoreksi 2,42 atau 0,10 persen di posisi 2.315,53.
Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham komoditas yang mengalami pelemahan harga besar antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang turun Rp 400 (2,28 persen) di level Rp 17.100, PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah Rp 200 atau 2,00 persen menjadi Rp 9.800, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terkoreksi Rp 200 (1,68 persen) menjadi Rp 11.650.
Rupiah Melemah
Akhmad mengakui, rupiah yang kembali melemah terhadap dolar AS juga menjadi indikator pemicu berlanjutnya pelemahan bursa dalam negeri pada transaksi hari ini.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.235/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.215 per dolar AS.
Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.235 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.130-10.222/US$.
antique.putra@vivanews.com