Muhamad Satria Nugraha

Jadi Jutawan dari Gitar

Usahanya ditentang orangtuanya, karena mereka ingin Satria jadi dokter.

Senin, 29 Juni 2009, 11:56 WIB
Hadi Suprapto, Anda Nurlaila
Susilo Bambang Yudhoyono memainkan gitar (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Pengalaman bermusik meninggalkan jejak mendalam bagi Muhamad Satria Nugraha. Kesukaannya memainkan gitar sejak kecil membuatnya dikenal sebagai pengusaha di usia muda. Gitar produksi Satria menembus hingga mancanegara.

Kegemaran bermain musik pemuda 27 tahun tersebut berpuncak saat dia menjadi anggota band semasa kuliah, sekitar 2003. Karena uang yang dimiliki terbatas, Satria mendatangi pembuat gitar dan meminta dibuatkan gitar. 

Gitar yang dia peroleh tenyata berkualitas baik dan disenangi teman-temannya. Mereka minta dibuatkan gitar sejenis. Itulah awal ia berpikir mengembangkan usahanya.

Walau pun sempat ditentang orang tua yang menginginkan Satria menjalani profesi sebagai dokter, Satria bersikukuh.

Pada 2003, dengan modal awal Rp 7,5 juta, Satria mengontrak rumah dengan tiga karyawan. Bahan baku kayu untuk gitar ekustik dan elektrik ia peroleh dari kawasan sekitar Jawa Barat. Pada masa awal usahanya pemesanan gitar sebulan hanya sebuah.

Dia mempromosikan dan memasarkan langsung gitar produksinya kepada kepada teman-temannya. Jejaring komunitas dan website serta forum bisnis seperti pameran dipakai membantu pemasaran gitar buatannya.

Setelah lulus kuliah 2004, Satria membentuk CV Stranough Enterprise agar menggeluti bidang usahanya secara lebih profesional. Pasar dalam negeri berkembang pesat dan produknya menyebar ke kota-kota di hampir seluruh Indonesia. 

Setahun membangun usaha, daerah pemasaran produknya dapat ditemui dari ujung pulau Sumatra hingga ke Papua.

Sukses meraih pasar lokal, Satria merambah pasar luar negeri. Promosi lewat website membuahkan hasil manis. Pesanan ekspor pertama yang ia peroleh berhasil ia dapat dari jaringan dunia maya. Pemesan asal Belanda menyukai dan ingin membeli produknya. Lewat internet pula ia kemudian menjual produknya hingga ke Singapura, Malaysia, Belanda, sebagian Eropa dan Amerika Serikat.

Jika ada pesanan dari luar negeri dengan bahan baku impor, ia mengimpor bahan baku kayu dari Eropa. Harga satu unit gitar dia jual dengan harga Rp 2 juta - Rp 9 juta. Setiap bulan Satria bisa mendapat pesanan 250 unit gitar. 

Kini ia memiliki 23 karyawan dan memiliki satu outlet. Omzet yang diperoleh Rp 2 miliar - Rp 3 miliar per tahun. Pada pembukaan pameran kerajinan tangan Inacraft 2009 beberapa waktu lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat memetik gitar hasil kreasinya. hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
danny
22/09/2010
salut dengan perjuangan mas satria sangat inspiratif
Balas   • Laporkan
bambang
08/11/2009
saya tertarik dengan bisnis anda,tlg ajarkan dan harus mulai dari mana saya,,,wassalam,,,
Balas   • Laporkan
Bambang prasetio
08/11/2009
gw tertarik n salut bgt sm mas satria,saya jg pengen ingin menjadi pengusaha alat musik tp sy tdk tw harus mulai dr mana dan modal pun tak punya,,,,
Balas   • Laporkan
edi.t
08/09/2009
kayu mahoni sama dgn mahogani ?bgm kayu nyatoh,apa bagus utk gtr elktrik? jika dibuat setneck apa bagus?klu di oven brp lama.tq
Balas   • Laporkan
ASEP FACHRUDIN
28/07/2009
Saya salut atas perjuangan Sdr. M.Satria Nugraha dari Hobby menjadi pengusaha, saya ingin mengetahui Produk jadi yang bisa saya lihat berikut harganya, mohon website dan alamat lengkap di email untuk saya pelajari. Terima kasih, AS. Fachrudin - BALI
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ