Bisnis

Setahun, Industri Batik Bisa Tumbuh 3-5%

Pemerintah akan menjadikan batik sebagai bagian industri kreatif.

Jum'at, 26 Juni 2009, 17:14 WIB
Hadi Suprapto, Anda Nurlaila
Batik (VIVAnews/Tri Saputro)


VIVAnews - Industri kreatif batik nasional diperkirakan bisa tumbuh 3-5 persen per tahun. Pengakuan dunia terhadap batik sebagai produk warisan budaya bukan benda (intangible heritage) akan mendorong pertumbuhan itu.

Ketua Yayasan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Iman Sucipto Umar mengatakan, perlindungan pemerintah terhadap batik akan menjadikan batik sebagai bagian industri kreatif yang memberi kontribusi pada pendapatan dan lapangan kerja nasional.

"Dukungan pemerintah meliputi perlindungan batik sebagai warisan budaya dengan peraturan yang menyatakan batik berbeda dari produk industri (printing)," kata Iman di sela Seminar Forum Masyarakat Batik Indonesia: Pengembangan Batik sebagai Mata Budaya Tak Benda Indonesia, Jumat 26 Juni 2009.

Iman menyebutkan, perlindungan terhadap batik sebagai warisan lain adalah membedakan produk batik asli yang pembuatannya sesuai proses batik dengan produk massal dengan cetakan motif batik. "Boleh saja impor atau ekspor produk tekstil, tetapi harus disertakan dengan label bahwa ini produk tekstil bercorak batik, bukan batik," katanya. Sehingga, batik dapat dipertahankan sebagai produk budaya nasional.

Batik sebagai produk budaya, dia mengatakan sudah mencatat penerimaan yang cukup besar. 2008 lalu, ekspor batik ke luar negeri mencapai US$150 juta. "Wisatawan mancanegara banyak yang menyenangi produk batik kita," katanya. 

Setelah batik menjadi resmi sebagai warisan budaya (culture heritage) di pertemuan Representative List, pada sidang Intergovernmental Committee (ICG) UNESCO di Abu Dhabi 26 September -2 Oktober 2009, batik akan menyumbang kontribusi pendapatan dan pekerjaan. "Batik Indonesia akan membawa nilai ekonomi sekaligus kebanggaan kita," katanya.

Pada Subsidiary Body, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) urusan Kebudayaan dan Pendidikan (UNESCO) dari 111 negara, batik Indonesia mendapat predikat nominasi terbaik. 10 nominasi produk yang terbaik akan diputuskan secara cepat.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial