VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali terhempas ke teritori negatif. Namun, nilai tukar rupiah masih menunjukkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra melalui riset yang diterima VIVAnews, IHSG akhir pekan ini ditutup melemah akibat aksi investor yang melakukan ambil untung (profit taking) setelah indeks terus mengalami kenaikan signifikan selama dua hari berturut-turut.
"Sedang pergerakan positif indeks pagi sampai siang tadi terbawa sentimen penguatan bursa global dan regional, seiring indikasi penguatan ekonomi AS, di antaranya pesanan rumah baru yang dimiliki Lennar Corp meningkat 63% pada 2009 dan harga komoditas yang meningkat," ujarnya di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2009.
Pada penutupan transaksi sesi II, Jumat, IHSG melemah tipis 3,98 poin atau 0,20 persen ke level 2.040,19. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks terangkat 16,63 poin (0,81 persen) di level 2.060,80.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,23 triliun dengan frekuensi 77.517 kali. Sebanyak 80 saham menguat, 105 melemah, 63 ditutup stagnan, serta 211 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 691,21 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 369,37 miliar.
Bursa Asia saat IHSG tutup bergerak positif. Hang Seng Index menguat 325,23 atau 1,78 persen menjadi 18.600,26, Nikkei 225 naik 81,31 poin (0,83 persen) ke level 9.877,39, dan indeks Straits Times terangkat 15,50 atau 0,67 persen di posisi 2.317,96.
Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham unggulan (blue chips) yang mengalami pelemahan harga besar antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang turun Rp 350 (2,91 persen) di level Rp 11.650, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melemah Rp 300 atau 1,68 persen menjadi Rp 17.500, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi Rp 275 (7,18 persen) menjadi Rp 3.550.
Rupiah Terus Menguat
Maxi mengakui, rupiah kembali menguat terhadap dolar AS. Sebab, mata uang lokal tersebut berhasil menembus level psikologisnya di 10.200/US$ tadi pagi dan masih menguat sampai akhir transaksi hari ini.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.222/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.225 per dolar AS.
Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.130 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.260-10.292/US$.
antique.putra@vivanews.com