VIVAnews - Industri kreatif tumbuh stabil selama masa krisis. Di tengah melandainya pertumbuhan ekonomi tahun lalu, industri kreatif mengalami pertumbuhan 8 persen selama 2008.
Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu mengatakan, industri kreatif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tetap stabil dengan pertumbuhan rata-rata 6,3 persen pada 2002 - 2008. Jika menambahkan Industri mikro, kecil, dan rumah tangga dimasukkan, akan menyumbangan industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto mencapai delapan persen.
"Hal ini menunjukkan kontribusi kreatif signifikan di atas pertumbuhan nasional dan semuanya positif saat krisis," katanya pada konferensi pers Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) di Balai Sidang Jakarta, Jumat 26 Juni 2009.
Beberapa industri yang menyumbangkan kontribusi dengan nilai tambah tersebut antara lain industri fesyen, kerajinan, musik, film, layanan komputer, piranti lunak, arsitektur, dan permainan interaktif.
Industri kreatif, menurut Mari, mampu menyerap tenaga kerja diserap dengan pertumbuhan stabil. Tenaga kerja sektor industri kreatif tercatat 4,53 juta untuk menengah. Dengan tambahan dari usaha kecil dan mikro sumbangan akan jumlah tenaga kerja mencapai 7,4 juta tenaga kerja. "Industri kreatif menyumbang signfikan kepada penyerapan lapangan kerja," katanya.