VIVAnews - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan Indonesia perlu mengembangkan nation branding (merek nasional) khususnya untuk perdagangan, pariwisata, dan investasi.
"Agar dikenal sebagai bangsa yang kreatif, penting untuk mengembangkan nation branding dalam aktivitas ekonomi kreatif," ujar Mari dalam konferensi pers tentang Pekan Produk Kreatif Indonesia 2009 di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Kamis 24 Juni 2009.
Menurut Mari, Indonesia menempati urutan 43 dari 50 negara dalam urutan nation brand index. "Kita masih di bawah Thailand yang menempati urutan 34 dan Malaysia di urutan 38," ujarnya.
Sebanyak 14 subsektor industri kreatif kini sedang digenjot pemerintah untuk meningkatkan nation branding index Indonesia di mata dunia. Beberapa diantaranya, yakni penerbitan dan percetakan, desain, animasi, musik, film, piranti lunak, e-commerce produk tangible dan produk intangible.
Di bidang film animasi, Mari mengaku masih terkendala dukungan pertelevisian nasional untuk menayangkannya. "Sewaktu pilot project salah satu produsen animasi, ternyata memang susah memasukkan mereka ke televisi nasional," ujarnya.
Bahkan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Jero Wacik menilai belum ada rasa nasionalisme di televisi nasional untuk menyiarkan film animasi buatan sendiri.
"Selanjutnya, pemerintah akan mencoba berembug dengan pemilik televisi nasional untuk mencari solusi," kata Mari. Menurutnya, harus ada mekanisme insentif untuk memaksa televisi nasional mau memberikan tempat bagi film animasi dalam negeri.
"Pasalnya, sudah lebih dari 90 persen film animasi yang ditayangkan di televisi kita diimpor dari luar," ujarnya.