VIVAnews - Sepanjang 3 tahun terakhir, pemberitaan terkait industri kreatif mengalami peningkatan yang signifikan. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyebutkan sepanjang tiga tahun terakhir terdapat 708 ribu laman memberitakan industri kreatif.
"Ada peningkatan yang cukup signifikan terutama setahun terakhir ini," kata Mari dalam konferensi pers tentang Pekan Produk Kreatif Indonesia 2009 di Balai Sidang Jakarta, Kamis 24 Juni 2009.
Setahun ini, jumlah laman berita tentang industri kreatif mencapai 231 ribu. Jika diperinci lebih jauh, pemberitaan tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membicarakan Industri kreatif sebanyak 39.300 laman, Menteri Perdagangan sebanyak 10.400, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (4.790), Menteri Perindustrian (1.570), Menteri Pendidikan Nasional (755), dan Menteri Hukum dan HAM (135).
Pantauan Departemen Perdagangan pada sembilan portal berita nasional yang memberitakan wacana industri kreatif, yakni kompas.com (1.360 artikel), tempointeraktif.com (204 artikel), kapanlagi.com (203 artikel), mediaindo.co.id (116 artikel), detik.com (113 artikel), republika.co.id (100 artikel), antaranews.com (84 artikel), suaramerdeka.com (66 artikel), dan lintasberita.com (53 artikel).
Di Indonesia, menurut Mari, industri kreatif telah memberikan kontribusi sebesar Rp 104,73 triliun atau 6,28 persen dari total PDB Indonesia pada tahun 2006. Sementara jumlah penyerapan tenaga kerja mencapai 5,4 juta pekerja dengan tingkat partisipasi 5,8 persen. Nilai ekspor mencapai Rp 81,4 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 9,13 persen terhadap total nilai ekspor nasional.
Di negara lain seperti Inggris, industri kreatif memberikan kontribusi sekitar 7,9 persen dari produk domestik bruto, Australia (3,3 persen), dan Selandia Baru (3,1 persen).
"Untuk perhitungan kontribusi ekonomi kreatif 2002 - 2008 akan disampaikan pada Sidang Pleno Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2009 pada hari Sabtu, 27 Juni 2009," ujar Mari.