VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali bertahan di zona positif. Rupiah pun, ikut menunjukkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing, IHSG hari ini ditutup menguat 48 poin akibat sentimen positif penguatan bursa global dan kenaikan harga komoditas. "Penguatan bursa global dipicu kebijakan The Fed mempertahankan tingkat suku bunganya di level 0,25 persen," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2009.
Dia menambahkan, sentimen positif dalam negeri seperti ekspektasi inflasi yang terkendali dan tren penurunan suku bunga acuan perbankan (BI rate) turut menjadi pemicunya. "Hari ini memang IHSG ditopang saham-saham sektor perbankan, properti, dan pertambangan," ujar Pardomuan.
Pada penutupan transaksi sesi II, Kamis, IHSG menguat 48,50 poin atau 2,43 persen ke level 2.044,17. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks menguat ke posisi 2.038,29 atau terangkat 42,61 poin (2,13 persen).
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,87 triliun dengan frekuensi 120.601 kali. Sebanyak 157 saham menguat, 54 melemah, 49 ditutup stagnan, serta 199 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 878,38 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 591,24 miliar.
Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak positif. Hang Seng Index menguat 382,88 atau 2,14 persen menjadi 18.275,03, Nikkei 225 naik 205,76 poin (2,15 persen) ke level 9.796,08, dan indeks Straits Times terangkat 28,61 atau 1,26 persen di posisi 2.307,57.
Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham komoditas dan perbankan yang mengalami penguatan harga besar antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang naik Rp 900 (4,71 persen) di level Rp 20.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat Rp 800 atau 7,44 persen menjadi Rp 11.550, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terangkat Rp 250 (4,09 persen) menjadi 6.350.
Rupiah Kembali Perkasa
Pardomuan juga mengakui, mata uang rupiah yang kembali menguat terhadap dolar AS turut menjadi faktor pemicu pergerakan positif indeks domestik saat tutup pada perdagangan hari ini. "Rupiah semakin hari semakin perkasa," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.260/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.377 per dolar AS.
Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.292 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.377-10.435/US$.
antique.putra@vivanews.com