VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali terangkat menuju level 2.000. Rupiah pun, ikut menunjukkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut Akhmad Nurcahyadi, analis PT BNI Securities dalam risetnya yang diterima VIVAnews hari ini, sentimen positif berita mancanegara seperti naiknya sejumlah harga komoditas dunia, termasuk harga minyak mentah dunia dinilai menjadi katalis penggerak positifnya IHSG pada akhir transaksi, Rabu, 24 Juni 2009. "Penguatan bursa global maupun regional yang mengacu hal tersebut turut menjadi pemicunya," ujarnya.
Pada penutupan transaksi sesi II, Rabu, IHSG menguat 81,29 poin atau 4,25 persen ke level 1.995,67. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks terangkat di posisi 1.965,99 atau naik 51,61 poin (2,70 persen).
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,49 triliun dengan frekuensi 117.642 kali. Sebanyak 190 saham menguat, 29 melemah, 29 ditutup stagnan, serta 211 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 697,08 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 665,94 miliar.
Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak positif. Hang Seng Index menguat 353,78 atau 2,02 persen menjadi 17.892,15, Nikkei 225 naik 40,71 poin (0,43 persen) ke level 9.590,32, dan indeks Straits Times terangkat 49,59 atau 2,23 persen di posisi 2.275,69.
Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham komoditas dan energi yang mengalami penguatan harga besar antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang turun Rp 700 (3,80 persen) di level Rp 19.450, PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat Rp 500 atau 5,18 persen menjadi Rp 10.150, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terangkat Rp 450 (4,36 persen) menjadi 10.750.
Rupiah Kembali Menguat
Akhmad juga mengakui, mata uang rupiah yang kembali menguat terhadap dolar AS juga menjadi katalis pergerakan positif indeks domestik saat tutup pada perdagangan hari ini. "Rupiah yang sejak pagi cenderung menguat terus diantisipasi positif pemodal saham," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.377/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.480 per dolar AS.
Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.435 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Jumat, 18 Juni 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.438-10.550/US$.
antique.putra@vivanews.com