VIVAnews - Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekspor pada semester pertama tahun ini masih berkontraksi hebat dibandingkan dengan periode yang sama 2008.
"Trennya masih di bawah minus 30 persen, tapi apa bisa diupayakan minus 20 persen sedang dilihat," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai rapat kerja dengan Komisi Bidang Perdagangan dan Perindustrian DPR, di Jakarta, Rabu 24 Juni 2009.
Mari memperkirakan pertumbuhan ekspor semester pertama mencapai minus 20 - 25 persen.
Lebih lanjut Mari menjelaskan, pertumbuhan ekspor masih terlihat berkontraksi hebat karena pada semester pertama 2008 harga komoditas termasuk di tingkat paling tinggi. "Harga komoditas pada waktu itu tinggi sekali, baru turun pada kuartal keempat," kata Mari.
Menurut dia, pertumbuhan ekspor pada semester kedua akan lebih berkurang kontraksinya, mengingat harga komoditas di semester kedua 2008 mulai menurun.