VIVAnews - Kementerian Negara Badan Usaha Listrik Negara, Kepolisian, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai berkoordinasi pengamanan ketersediaan pasokan listrik menjelang Pemilihan Presiden 2009.
"Ini supaya listrik terjamin," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2009.
Dalam pertemuan kali ini, hadir Kepala Kepolisian Bambang Hendarso Danuri, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral J Purwono, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar, serta Wakil Dirut PLN Rudiantara.
Sofyan mengatakan, pembicaraan tersebut merupakan hal lumrah menjelang pelaksanaan Pilpres yang bakal digelar 8 Juli 2009. Persiapan tersebut diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, Kementerian juga menginstruksikan kepada manajemen PLN agar menjamin pasokan ketersediaan listrik selama proses Pilpres berlangsung.
Sementara itu, Dirjen LIstrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral J Purwono mengatakan, pengamanan objek-objek vital PLN sepanjang pelaksanaan Pilpres 2009 mutlak diperlukan. Sebab, perusahaan pelat merah tersebut saat ini memiliki 27 objek vital nasional. "Pengamanan set-aset menjelang Pilpres harus ditingkatkan," kata dia.