VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali terhempas ke level 1.900-an. Rupiah pun, ikut melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Menurut Asti Pohan, analis PT BNI Securities dalam risetnya yang diterima VIVAnews hari ini, melimpahnya sentimen negatif dari mancanegara seperti turunnya harga minyak mentah dunia yang diikuti harga komoditas menjadi katalis utama bergerak negatifnya IHSG pada akhir transaksi, Selasa, 23 Juni 2009. "Hal itu, turut mendorong bursa global maupun regional terhempas," ujarnya.
Pada penutupan transaksi sesi II, Selasa, IHSG terkoreksi 60,64 poin atau 3,08 persen ke level 1.914,38. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks terhempas di posisi 1.921,86 atau turun 53,16 poin (2,70 persen).
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,48 triliun dengan frekuensi 109.525 kali. Sebanyak 25 saham menguat, 199 melemah, 27 ditutup stagnan, serta 208 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 687,83 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 962,25 miliar.
Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Hang Seng Index melemah 521,18 atau 2,89 persen menjadi 17.538,37, Nikkei 225 turun 276,66 poin (2,82 persen) ke level 9.549,61, dan indeks Straits Times terkoreksi 35,68 atau 1,57 persen di posisi 2.231,24.
Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham komoditas tambang yang mengalami pelemahan harga besar antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang turun Rp 1.300 (6,50 persen) di level Rp 18.700, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah Rp 650 atau 5,96 persen menjadi Rp 10.250, dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) terkoreksi Rp 350 (6,08 persen) menjadi 5.400.
Rupiah Terus Melemah
Asti juga mengakui, mata uang rupiah yang kembali melemah terhadap dolar AS turut memicu pergerakan negatif indeks domestik saat ditutup pada perdagangan hari ini. "Saat ini rupiah terus bermain di kisaran level 10.500/US$," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.530/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.550 per dolar AS.
Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.438 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Jumat, 18 Juni 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.362-10.375/US$.
antique.putra@vivanews.com