VIVAnews - Harga pasar fisik minyak sawit mentah (CPO) yang baru saja diluncurkan secara perdana hari ini diperkirakan bisa menentukan harga patokan ekspor (HPE) selanjutnya.
"Selama ini, dalam penentuan HPE selalu mengacu pada Rotterdam," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers peluncuran perdana Pasar Fisik CPO di Hotel Four Season Jakarta, Selasa, 23 Juni 2009.
Menurut Mari, harga pasar fisik CPO secara online di Bursa Berjangka Jakarta yang diharapkan akan menjadi harga referensi akan dengan sendirinya menjadi patokan bea keluar. "Tentu saja dengan sendirinya harga pasar fisik menjadi harga referensi yang bisa menentukan HPE," kata dia.
Selain itu, kata Mari, pasar fisik CPO diperkirakan akan meningkatkan ekspor CPO. "Membantu meningkatkan ekspor dalam arti mengharapkan kepastian mutu harga dan jumlah sehingga akan menjadi bagian dari mendukung ekspor CPO," ujar dia.
Pemerintah menargetkan sebanyak 10 persen dari 2,5 juta ton produksi CPO pada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan diperjualbelikan melalui pasar fisik CPO.
Sedangkan Menteri Negara BUMN Sofjan Djalil menuturkan, harapannya bisa lebih besar dari itu. "Kalau pasar makin efisien akan lebih besar lagi dari target. Yang penting sistemnya dimulai dulu," kata dia.
antique.putra@vivanews.com