VIVAnews - PT Bursa Berjangka Jakarta mengungkapkan komoditas minyak kelapa sawit (CPO) telah memberikan sumbangan pada pendapatan negara dari sektor non migas sebesar US$ 7,87 miliar atau 8,54 persen dari pangsa pendapatan nasional.
"Naiknya peran CPO dalam memberikan sumbangan terhadap ekspor non migas juga diikuti oleh palm kernel oil," ujar Dirut BBJ Hasan Zen Mahmud dalam peresmian Pasar Fisik CPO Teroganisir BBJ di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa 23 Juni 2009.
BBJ mencatat kendati peluang pengembangan serta peranan produksi dan sumbangan CPO terhadap ekspor non migas cukup terbuka luas, di sisi pemasaran saat ini Indonesia belum berperan banyak. Pasar CPO global masih mengacu pada pasar fisik Rotterdam dan pasar berjangka di Kuala Lumpur sebagai perhitungan harga pasar CPO dunia.
Saat ini jumlah dan nilai ekspor CPO Indonesia mencapai 60 persen dari total perdagangan CPO dunia. Potensi produksinya juga sangat mendukung dengan adanya penambahan luas kebun kelapa sawit yang mencapai 5 juta hektar atau melonjak 87 persen dalam 20 tahun terakhir.
"Proses pengembangan ke depan juga cukup keras mengingat kebutuhan energi alternatif berbasis sawit atau bio diesel dunia sangat besar," kata dia.
Sejak 2006, lanjut Hasan, Indonesia telah menjadi negara penghasil CPO terbesar di dunia dengan perkiraan produksi mencapai 16,4 juta ton. Di tahun yang sama Oil World memperkirakan produksi CPO Indonesia hanya 16,05 juta ton. Tahun berikutnya Oil World memprediksi produksi CPO Indonesia sebesar 16,8 juta ton.
"Mengingat persiangan global komoditi CPO yang semakin ketat, BBJ menganggap pemasaran CPO melalui pasar fisik CPO sangat diperlukan," kata dia. Hasan mengharapkan industri-industri pemakai bahan baku CPO memiliki kesempatan yang lebih luas dalam kegiatan pembelian.
Adanya pasar fisik yang terorganisir juga akan memudahkan produsen dan konsumen dan pada saatnya nanti dipandang perlu untuk mempersiapkan pasar derivatif, sehingga dapat dilakukan pengelolaan risiko harga atas barang produksi atau barang siap serah dengan metodologi bisnis yang bersifat market base approach.