VIVAnews - Tingkat konsumsi listrik masyarakat saat ini sangat Tinggi dibanding awal 2009. Peningkat beban sangat signifikan yakni dari 15.000 megawatt (MW) pada Janurai, meningkat menjadi 16.500 MW per Juni.
Menurut Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Fahmi Muchtar, hal itu menunjukkan sudah ada perbaikan ekonomi dalam masa krisis ini. Sebab, dengan listrik yang meningkat, pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin membaik. "Tingkat pertumbuhan konsumsi listrik diperkirakan masih pada kisaran 5-6 persen per tahun," katanya di Kantor Perekonomian, Senin malam, 22 Juni 2009.
Untuk mengatasi peningkatan itu, dia menambahkan, PLN berusaha mengurangi daya yang hilang dalam jaringan PLN. "Kami berusaha terus menurunkan efek losses (kehilangan daya listrik), dari tahun ini Rp 10,8 triliun menjadi Rp 9,9 triliun tahun depan," tutur Fahmi.
Selain itu, PLN juga melakukan penghematan untuk pengeluaran. Beberapa pembangkit tahun ini sudah dikonversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas. Pada triwulan satu 2009, penghematan ini yang sudah dilakukan besarnya sekitar Rp 3,7 triliun.
Fahmi juga menyebut, pembangkit Labuan dari proyek 10 ribu MW juga akan masuk ke jaringan Jawa dan Bali pada tahun ini.
antique.putra@vivanews.com