Sukses Bergelut dengan Sampah

Lulus kuliah ia bekerja sebagai auditor di bank asal Inggris, RBS.

Senin, 22 Juni 2009, 18:44 WIB
Hadi Suprapto, Anda Nurlaila
Mohammad Baedowy saat menerima penghargaan Wira UKM Terbaik 2009 (VIVAnews/Anda Nurlaila)

VIVAnews - Mohammad Baedowy (35), meninggalkan pekerjaannya yang mapan sebagai pegawai di sebuah bank global. Jiwa entrepreneur membuatnya berpikir untuk melakukan pekerjaan dengan rasa aman. Entreprenuer itulah yang membuatnya kini menjadi salah satu pengusaha kecil mengenah yang cukup berhasil.

Sejak mahasiswa di Universitas Merdeka Malang, Baedowy sudah mulai berwirausaha. Walaupun orangtuanya berkecukupan, Baedowy sempat berjualan molen di kampusnya. Karena itu, dia tenar dengan julukan Momo Molen.

Lulus kuliah ia bekerja sebagai auditor di bank asal Inggris, Royal Bank of Scotland (RBS). Pekerjaan "bersih dan rapih" tidak membuat ayah dua anak ini merasa aman. Pada krisis 1998, saat rasa tidak amannya memuncak, dia mulai berpikir untuk memiliki usaha yang membuatnya aman hingga usia tua.  

Usaha yang tidak memiliki risiko mati, busuk, kadaluarsa, sedikit saingan dan bermodalkan sedikit menjadi pilihannya. Pada 2000, ia mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memulai usaha penggilingan sampah.

Bersama satu orang karyawan dan modal awal Rp 50 juta, Baedowy merintis usaha dengan satu mesin penggilingan dan satu mobil pick up untuk mengangkut sampah dari lapak-lapak pemulung. Usahanya sempat bermitra dengan salah satu bank selama delapan bulan, namun akhirnya ia memutuskan menjalankan usahanya sendiri di rumahnya, di Keluarahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat.

Setiap harinya, dia mendatangi kawasan Cikampek, Rawamangun, dan Pulogadung untuk mengambil sampah dan diolah. Tetapi dia seringkali berhadapan dengan mesin giling yang rusak secara berkala, sehingga dia dan karyawannya sering kehilangan sampah karena keduluan orang lain. Baedowy pun berpikir untuk membuat mesin giling sampah sendiri sesuai pengalamannya. Model mesin dibuat lebih praktis dan sesuai keadaan penggilingan sampah.

Sukses besar dengan inovasinya, usaha penggilingan sampahnya berkembang kian pesat. Omzetnya di awal usaha hanya puluhan juta. Tetapi sejak memiliki mesin baru, sekitar 2002 - 2006 omzetnya melambung menjadi Rp 400 juta per bulan atau mencapai Rp 4,8 miliar per tahun. 

Omzetnya pada 2007 - 2008 menurun menjadi Rp 100 juta - Rp 150 juta per bulan atau Rp 1,2 miliar - Rp 1,8 miliar per tahun, penyebabnya antara lain besarnya biaya produksi akibat kenaikan bahan bakar minyak. Tahun ini Baedowy optimistis omzetnya akan meningkat kembali karena adanya krisis dan harga BBM turun.

Menginjak tahun kesembilan usahanya, karyawan yang ia miliki kini sekitar 40 orang, tujuh orang merupakan staf tetap, dan lainnya karyawan borongan.

Mesin penggilingan sampah akhirnya menjadi salah satu bidang usahanya setelah pengolahan. Baedowy bermitra dengan para pembeli mesinnya. Dia juga membantu melatih, menjalankan usaha dan membeli produk bijih plastik dari sekitar 60 mitranya di seluruh Indonesia. Dengan begitu Baedowy tak pernah lagi kekurangan stok dan memperoleh bijih plastik dengan ukuran sama.

Usaha sampahnya menarik perhatian, bahkan dari China. Ada pelanggan yang khusus dari China untuk membeli produknya. Di bawah naungan bendera CV Majestic Buana Gruop, Baedowy memperluas usahanya. Selain pengolahan bijih plastik dan menjual mesin giling sampah, dia kini juga mengolah sendiri bijih plastik menjadi bahan jadi seperti botol sampo, botol oli, dan lakop sapu untuk disalurkan ke berbagai daerah seperti Semarang, Solo, Tasikmalaya, Lampung, dan Palembang. 

Berdasarkan pengalamannya berusaha sampah, Baedowy di dapuk sebagai pengusaha UKM terbaik 2009 dari perusahaan rokok ternama di Indonesia baru-baru ini.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
libralto malau
23/11/2010
boleh tau cara memulai bisnis ini gak Pak?saya sangat berminat untuk memulai ini..sekalian saya ingin tau apakah sampah2 tersebut bisa langsung d drop ke Bapak..(jenis apa saja+minimal jumlah sampah yang harus d drop)
Balas   • Laporkan
sahuri
29/06/2010
kami sangat berminat sekali dengan artikel bapak maka dari itu mohon sudi kirannya bapak berkenan mengirimkan lewat email saya no telp. dan alamat bapak kami bermaksud ingin tahu lebih mendetail dan kami siap untuk bekerja sama dengan bapak. terima kasih
Balas   • Laporkan
sahuri
28/06/2010
kami sangat tertarik sekali dengan bisnis ini mohon untuk dikirimkan melalui email saya alamat dan no telp. agar kami dapat tahu lebih mendetail
Balas   • Laporkan
sahuri
28/06/2010
coba
Balas   • Laporkan
Imam Aryana
02/04/2010
Saya berminat untuk belajar untuk memproses sampah, mohon contact personnya pak baedowy dong.
Balas   • Laporkan
Yudi
12/02/2010
saya tertarik dengan usaha bapak, mohon infonya lebih lanjut dari bapa, sebab temen2 saya di luar jakarta sangat tertarik dengan hal itu. terima kasih atas infonya. (harga+kapasitas produksi)
Balas   • Laporkan
Andi trijaya
22/01/2010
saya tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai mesin sampah Kapasitas pengolahanya tolong kirim datanya kesaya bagaimana sistem kemitraan dgn bapak?tolong infonya bisa dikirim ke Email saya saya ucapkan terimakasih,
Balas   • Laporkan
junjun
20/11/2009
Saya tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai mesin pengolah sampah, harga dan kapasitas pengolahannya.tolong kirimkan datanya ke saya. Bagaimana sistem kemitraan dengan bapak? Salut anda seorang entepreneur sejati.thanks
Balas   • Laporkan
sutiman
10/11/2009
saya sangat tertarik mengenai bisnis pengolahan sampah bapak ,mohon Speck mesin ,harga ,kapasitas produksi serta sistem kerjasamanya bagaimana ? tolong infonya bisa dikirimkan ke Email saya , atas perhatian dan informasinya saya ucapkan terima kasih .
Balas   • Laporkan
Parwoto
20/07/2009
Saluut pak, tolong dapat dikirimi foto-foto usaha bapak dari sampah plastik. untuk sampah organik bagaimana pak? suwun.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ