Sesi II Tutup

Survei Pilpers Pengaruhi IHSG, Rupiah Melemah

Indeks di BEI terkoreksi 0,78% ke level 1.975, sedang rupiah berada di posisi 10.362/US$.

Senin, 22 Juni 2009, 16:33 WIB
Antique
Penutupan Bursa (Antara/Fanny Octavianus)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali bergerak di zona negatif, setelah berhasil menguat di level 2.000-an pada transaksi akhir hari ni.

Menurut Ratna Lim, analis PT Mega Capital Indonesia, berfluktuatifnya pergerakan IHSG pada awal pekan ini akibat adanya sejumlah sentimen negatif domestik seperti prediksi pemilihan presiden (pilpers) yang tadinya akan berlangsung satu putaran menjadi dua putaran.

"Pelaku pasar tidak suka dengan ketidakpastian. Adanya survei yang menunjukkan turunnya elektabilitas SBY ternyata cepat direspon investor," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Senin, 22 Juni 2009.

Namun dia mengakui, turunnya harga minyak mentah dunia turut mempengaruhi pergerakan IHSG pada hari ini. Sebab, berita dunia tetap menjadi acuan pemodal.

Pada penutupan transaksi sesi II, Senin, IHSG terkoreksi 15,44 poin atau 0,78 persen ke level 1.975,03. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks bercokol di posisi 2.007,09 atau naik 16,62 poin (0,83 persen).

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,32 triliun dengan frekuensi 93.929 kali. Sebanyak 43 saham menguat, 169 melemah, 34 ditutup stagnan, serta 213 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 484,69 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 529,97 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak positif. Hang Seng Index menguat 144,27 atau 0,81 persen menjadi 17.920,93, Nikkei 225 naik 82,54 poin (0,85 persen) ke level 9.786,26, dan indeks Straits Times terangkat 37,49 atau 1,68 persen di posisi 2.274,69.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham komoditas tambang yang mengalami pelemahan harga besar antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang turun Rp 1.100 (5,21 persen) di level Rp 20.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah Rp 800 atau 6,83 persen menjadi Rp 10.900, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) terkoreksi Rp 175 (7,00 persen) menjadi 2.325.

Rupiah Cenderung Melemah
Ratna juga mengakui, mata uang rupiah yang cenderung melemah kembali terhadap dolar AS turut memicu pergerakan negatif indeks domestik saat ditutup pada perdagangan hari ini. "Sebab, selain sentimen mancanegara, berita dalam negeri apalagi rupiah selalu ikut menentukan laju IHSG," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.362/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.390 per dolar AS.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.375 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Jumat, 18 Juni 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.305-10.375/US$.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ