Beli Saham Newmont, NTB Siap Jalin Kerjasama

Kedua Investor itu adalah PT Northstar Pasific Indonesia dan Amstelco Pic Ltd.

Senin, 22 Juni 2009, 15:17 WIB
Amril Amarullah, Edi Gustan
Pertambangan Newmont Sumbawa  

VIVAnews - Dua investor siap bekerjasama dengan pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat untuk membeli 10% saham PT Newmont Nusa Tenggara senilai Rp 4,1 triliun.

Kedua Investor itu adalah PT Northstar Pasific Indonesia dan Amstelco Pic Ltd, yang melakukan pertemuan dengan penjabat daerah yakni Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa Barat dan Pemkab Sumbawa.

"Northstar dan Amstelco memang siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam mengelola 10 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara.Namun kami masih mendalami tawaran tersebut," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemprov NTB Andi Hadiyanto usai bertemu Gubernur NTB Zainul Majdi di Mataram Senin 22 Juni 2009.

Andi mengatakan, PT Northstar Pasific Indonesia itu merupakan kepanjangan tangan Texas Pacific Group perusahaan investasi asal Amerika Serikat. Sedangkan Amstelco merupakan perusahaan investasi yang berbasis di Inggris.

Saat ini perusahaan tersebut tengah mengembangkan investasinya ke wilayah asia. "Perusahaan Amstelco saat ini masuk ke sektor sumberdaya alam,migas dan pertambangan. Kami akan mempelajari lebih jauh profil kedua perusahaan tersebut," ujarnya.

Pemerintah daerah dalam hal ini Pemda NTB akan membicarakan hal ini lebih serius setelah tender resmi dibuka. Menurutnya pemerintah daerah terlebih dahulu membuka beuty contest untuk mencari perusahaan yang dapat mendanai pembelian saham PT Newmont Nusa Tenggara itu. Kemungkinan beuty contest itu akan dibuka pertengahan Juli nanti.

Calon mitra strategis itu nantinya bergabung dalam perusahaan daerah PT Daerah Maju Bersaing (DMB) yang berdiri pada 18 Mei 2009. PT DMD itu merupakan perusahaan patungan yang dibentuk oleh tiga pemerintah daerah yakni Pemprov NTB,Pemkab Sumbawa Barat dan Pemkab Sumbawa.

Sampai saat ini legalisasi perusahaan daerah itu masih dalam proses. Jika kerjasama itu terjadi, pemerintah daerah nantinya tetap mempertahankan porsi deviden terbesar dari saham 10 persen itu.

Laporan: Edy Gustan | Mataram



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ