VIVAnews - Cawapres Boediono menjanjikan peningkatan kesejahteraan petani teh rakyat di sela-sela kunjungan kampanyenya di areal kebun teh Cikalong Wetan Desa Neglasari Kecamatan Darangdang Purwakarta.
“Kami akan mencoba agar pendapatan petani teh rakyat tidak timpang karena harga pupuk yang mahal. Kami akan perbaiki nasib petani teh,” ucapnya di areal kebun teh Cikolong Wetan Purwakarta, Sabtu, 20 Juni 2009.
Pemilik kebun teh rakyat Masgito menuturkan, harga teh rakyat dari tahun 1990 hingga sekarang masing sangat rendah. “Pada tahun 1990, harga jual teh Rp 1.000 per kilogram dengan biaya pupuk 6 ribu per kilogram. Sementara saat ini, harga pupuk sudah mencapai Rp 13 ribu per kilogram tapi harga tehnya tetap sama,” ucap Gito.
Jika Boediono terpilih menjadi wakil presiden nanti, Gito memintanya untuk lebih memperhatikan petani teh rakyat. “Petani teh rakyat masih butuh kesejahteraan karena pendapatan dengan biaya produksi jomplang,” ujarnya.
Di areal teh Cikalong Wetan, Masgito memiliki kebun teh seluas 15 hektar dengan 35 pekerja pemetik teh dari daerah tersebut. Setiap harinya, satu orang pemetik teh di kebun Gito mendapatkan penghasilan sekitar Rp 6 ribu - 10 ribu dengan hasil petikan sebanyak 30 hingga 40 kilogram. Boediono berkata, rakyat seperti Masgito beruntung mempunyai wirausaha yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat di daerahnya.
Sementara, Nana Subarna, Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia yang turut menyambut kedatangan Boediono meminta kepada cawapres nomor urut dua tersebut untuk membangun pabrik teh hijau milik petani. “Kalau petani punya pabrik teh hijau minimal 5 ton pucuk per hari dengan kebun seluas 200 hektar dan satu koperasi, maka harga pucuk teh bisa naik jadi Rp 2.400 per kilogram,” ucapnya.
Nana memperkirakan, pemerintah hanya membutuhkan investasi sekitar Rp 1,5 miliar untuk satu pabrik sekaligus kebun dan koperasi. Satu areal pabrik dapat mempekerjakan sekitar 300 petani rakyat. “Dengan pabrik sendiri maka kesejahteraan petani akan membaik dan saya percaya petani mampu mengembalikan investasi hanya dalam waktu tiga tahun,” ucapnya.
Sebelum berdialog dengan pemilik dan pemetik teh Cikalong Wetan, Boediono menyempatkan diri berhenti dan berfoto bersama siswa-siswi SDN 1 Neglasari Jl. Sawit Bojong Km 7 Purwakarta yang sudah menunggu rombongan cawapres tersebut di tepi jalan.