Tambang Batubara Sawahlunto Meledak

Ledakan Akibat Tingginya Kandungan Gas Metana

Normalnya, kadar gas metan per volume udara hanya 0,25 persen, tapi ini lebih dari 2 %.

Kamis, 18 Juni 2009, 14:43 WIB
Amril Amarullah, Erinaldi
Regu penyelamat masuki tambang yang meledak di Sawahlunto (Antara/ Arif Pribadi)

VIVAnews - Kandungan gas metana yang melewati ambang batas menjadi penyebab terjadinya ledakan di tambang dalam Ngalau Cigak, Talawi, Sawahlunto.

Karena itulah Walikota Sawahlunto Amran Nur selalu mengingatkan pekerja tambang CV Perdana yang bekerja di areal tambang milik PT Dasrat. "Kita sudah ingatkan mereka namun hal itu tidak diindahkan," kata Amran Nur pada VIVAnews.com, Kamis 17 Juni 2009.

Amran mengatakan, hasil pemeriksaan dinas pertambangan setempat, terjadi peningkatan kadar gas metan di lubang tambang CV Perdana yang mencapai 2 persen. Normalnya, kadar gas metan per volume udara hanya 0,25 persen.

Kondisi kandungan gas metan yang diambang normal, menurut Amran, akan mudah meledak jika tersulut percikan api. Hal tersebut diperparah dengan kondisi lubang tambang dalam yang tidak menggunakan fentilasi buatan dan hanya mengandalkan fentilasi alami.

"Biasanya kasus seperti ini bisa di atasi jika tambang dalam dilengkapi dengan ventilasi udara yang cukup," kata Amran.

Saat ini, pemerintah Sawahlunto menghentikan kegiatan 13 perusahaan tambang dalam di kota tersebut pasca ledakan yang menewaskan 31 pekerja tambang Selasa pagi 16 Juni 2009.

Terhitung sejak hari ini, penutupan pekerjaan tambang bawah tanah di Sawahlunto diberlakukan menjelang hasil audit yang dilakukan pihak ESDM.

Amran berharap, audit tersebut tidak memakan waktu lama. Sedangkan eksploitasi tambang luar di Sawahlunto masih terus berjalan.

"Kita berharap audit dapat selesai dalam satu minggu karena kita butuh batu bara,” katanya.

Laporan: Eri Naldi | Padang



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ERIKA
23/06/2009
Perlu adanya jaminan keselamatan buat tenaga kerja tambang dan kehati-hatian
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ