Tambang Batubara Sawahlunto Meledak

Tim Hentikan Pencarian Korban

Pencarian dihentikan karena dipastikan semua korban sudah dievakuasi.

Kamis, 18 Juni 2009, 13:24 WIB
Amril Amarullah
Masyarakat berkerumun di dekat lubang tambang yang meledak di Sawahlunto (Antara/ Arif Pribadi)

VIVAnews - Pencarian korban tambang batubara yang meledak di Ngalau Cigak, tepat perbatasan Kota Sawahlunto dengan Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) dihentikan, karena dipastikan semua korban sudah dievakuasi.

"Upaya pencarian sudah dihentikan total karena dari data-data korban yang dilaporkan terjebak saat peristiwa sudah dinyatakan terevakuasi. Korban tewas dinyatakan 31 orang," kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Kota Sawahlunto, Adri Yusman, di Sawahlunto, Kamis 18 Juni 2009.

Dia menjelaskan, korban yang dievakuasi hingga hari kedua pasca insiden ledakan gas metan itu, sebanyak 32 orang, satu seorang warga bernama Syaiful selamat . Dia masuk ke lobang tambang setelah ledakan terjadi dan berhasil dievakuasi.

Sementara itu, pada Rabu sore memang masih diperkirakan satu korban bernama Firman masih berada dalam lobang tambang sebab, pihak keluarga korban belum melihat dan mengakui jasad korban yang belum teridentifikasi di RSUD Sawahlunto, bukan Firman.

Namun, setelah pukul 23.00 WIB, istri dan keluarga korban kembali dipanggil untuk mengetahui secara jelas, ternyata benar korban tewas belum teridentifikasi adalah Firman. "Kita memanggil istri korban (Firman) ke RSUD Sawahlunto, akhirnya diketahui ada tanda-tanda di punggung dan baju yang dipakai korban," katanya.

Setelah dipastikan, akhirnya jasad Firman dibawa pihak keluarga ke rumah duka sekitar pukul 23.30 WIB, sehingga evakuasi dinyatakan dihentikan. Kendati demikian, katanya, saat ini korban yang mengalami luka-luka ringan dan berat masih dirawat pada RSUD Sawahlunto.

Insiden ledakan gas metan yang menyebabkan korban jiwa itu, terjadi pada 16 Juni 2009 sekitar 10.00 WIB pada lobang tambang batubara yang dikelola CV.Perdana. Data dihimpun dari para pekerja tambang di kawasan itu, sudah yang ke empat kalinya dalam beberapa tahun terakhir tetapi banyak menelan korban jiwa. (tvone.co.id)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ