VIVAnews - Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2009, akan memfokuskan pada enam subsektor industri kreatif. PPKI rencananya akan berlangsung selama tiga hari pada 25 sampai 27 Juni 2009 di Balai Sidang Jakarta.
Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu mengatakan, konvensi yang menjadi bagian PPKI tahun ini merupakan program aksi dari peta jalan dan cetak biru industri kreatif selama dua tahun.
"Setelah menyusun roadmap ekonomi kreatif pada 2007 dan cetak biru industri kreatif 2009-2025, tahun ini konvensi akan membahas strategi program aksi pengembangan sektor industri kreatif ke depan," katanya pada konferensi pers di Departemen Perdagangan, Rabu, 17 Juni 2009.
Berbeda dengan dua tahun pelaksanaan Pameran Produk Budaya Indonesia (PPBI), mengembangkan 14 sektor industri kreatif. Tahun ini, kata Marie, pihaknya ingin lebih mendalami subsektor yang berpotensi besar dengan pangsa dalam negeri yang mendukung. "Dengan demikian gaungnya akan lebih terasa," ujarnya.
Enam subsektor industri kreatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yaitu penerbitan dan percetakan, desain, animasi, musik, film, dan piranti lunak. Selain itu, dua kelompok focus group discussion memasukkan dua subsektor e-commerce yakni e-commerce produk tangible dan intangible.
Marie menuturkan, pertumbuhan ekonomi kreatif mengalami tren positif dalam beberapa tahun belakangan. Kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan data BPS selama 2002-2006 mencapai rata-rata 6,28 persen dengan nilai Rp 104,6 triliun.
Kemudian, tenaga kerja yang diserap mencapai 5,4 juta orang, sehngga dengan basis budaya, sektor ekonomi kreatif berpeluang menjadi lokomotif.
Marie mengatakan, dalam cetak biru ekonomi kreatif 2009-2025, pemerintah (Depdag) menargetkan kontribusi penyerapan tenaga kerja sembilan sampai 11 persen. Pada 2015, jumlah pelaku industri kreatif ditargetkan menjadi 6,8 juta perusahaan atau naik tiga kali lipat dari posisi 2006.
antique.putra@vivanews.com