Ekspor CPO Menurun, Harga Minyak Bakal Stabil

Pengusaha menahan ekspornya setelah pemerintah memberlakukan bea keluar 3 persen.

Senin, 15 Juni 2009, 17:09 WIB
Umi Kalsum, Agus Dwi Darmawan
kelapa sawit (Antara/Maril Gafur)

VIVAnews - Pemerintah yakin kesetabilan harga minyak goreng masih bisa terjaga selama musim kampanye.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamuthi mengatakan stok minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) saat ini lebih banyak terkonsentrasi untuk dalam negeri.

Tingginya stok sebagai dampak diterapkannya bea keluar untuk produk CPO dan minyak goreng. "Bea keluar 3 persen menjadi disinsentif ekspor kalau harga CPO di atas US$ 700 per ton," katanya di lingkungan Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin 15 Juni 2009.

Sehingga kata dia, dengan dikenakannya bea keluar, ekspor CPO tidak gila-gilaan lagi seperti tahun lalu, sehingga harga minyak goreng dalam negeri bisa lebih rendah lagi. Sejak bea keluar diberlakukan, ekspor CPO turun sekitar 50 persen.

Namun diakui, dampak penerapan bea keluar ini tidak akan serta merta menurunkan harga minyak. Masih ada jeda waktu sejak mulai diberlakukan.

"Saat ini orang lebih suka tidak ekspor, sehingga harga mudah turun," kata dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ