VIVAnews - Pengusaha menilai, ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah melakukan keberpihakan pada usaha kecil dan menengah, menyusul diusungnya jargon ekonomi kerakyatan dalam setiap kampanye pemilihan presiden.
"Saya rasa semuanya bagus, punya penekanan pada ekonomi kerakyatan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM dan Koperasi Sandiaga S Uno di sela-sela Rakernas Kadin Bidang UMKM dan Koperasi di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu 10 Juni 2009.
Menurut Sandi, ketiganya mempunyai karakter dan kekuatan masing-masing dalam mengusung kebijakan ekonomi kerakyatan. "Kalau JK itu pragmatis, SBY sistematis, dan Mega humanis," ujarnya.
Ketiga capres melalui beberapa dialog yang sudah diadakan Kadin, dinilainya, masih belum secara spesifik memberikan gambaran tentang ekonomi kerakyatan. "Mereka dan masing-masing tim ekonomi masih berbicara secara umum," ujarnya.
Siapa pun calon presiden yang terpilih, Sandi mengatakan, Kadin akan mengawal dan memonitor kebijakan ekonomi kerakyatan. "Kadin sudah mengerucutkan definisi ekonomi kerakyatan, yaitu yang berpihak dan melihat pemberdayaan UKM," ujarnya.
Sandi meminta jargon ekonomi kerakyatan yang diusung dalam pemilihan presiden tidak hanya berhenti sebagai wacana dan jargon. "Harus ada kepastian akses pembiayaan dan kepastian lahan usaha," kata dia.